Jejak Aset Bank Harapan Sentosa Masih Tersebar di Solo

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32 WIB
Tak banyak yang mengetahui, bangunan yang kini menjadi The Royal Surakarta Heritage dulunya merupakan kantor Bank Harapan Sentosa Cabang Solo Gladak sebelum dialihfungsikan menjadi hotel setelah krisis moneter 1998 (Web The Royal Surakarta Heritage)
Tak banyak yang mengetahui, bangunan yang kini menjadi The Royal Surakarta Heritage dulunya merupakan kantor Bank Harapan Sentosa Cabang Solo Gladak sebelum dialihfungsikan menjadi hotel setelah krisis moneter 1998 (Web The Royal Surakarta Heritage)

SOLOBALAPAN.COM - Tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa sejumlah bangunan di Kota Solo memiliki keterkaitan dengan Bank Harapan Sentosa (BHS), salah satu bank swasta nasional yang dilikuidasi pemerintah setelah krisis moneter 1997–1998.

Meski aktivitas perbankannya telah lama berakhir, beberapa aset yang pernah dimiliki BHS masih berdiri kokoh dan bahkan telah berganti fungsi mengikuti perkembangan zaman. 

Salah satu aset yang paling mudah dikenali berada di kawasan Gladak, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi. Bangunan yang kini dikenal sebagai The Royal Surakarta Heritage tersebut awalnya merupakan kantor Bank Harapan Sentosa Cabang Solo Gladak.

Baca Juga: Perbedaan Kereta Api Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi di Indonesia

Gedung itu mulai dibangun pada akhir 1992 dan resmi beroperasi sebagai kantor bank pada 12 Juli 1995. Saat berdiri, bangunan setinggi sekitar 30 meter itu menjadi salah satu gedung tertinggi di Kota Solo.

Namun, masa operasional Bank Harapan Sentosa di gedung tersebut tidak berlangsung lama. Krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997–1998 membuat kondisi perbankan nasional terguncang.

Baca Juga: Segitiga Emas Penghubung Urat Nadi Ekonomi, Stasiun Gundih Diincar sejak Era Kolonial

Bank Harapan Sentosa menjadi salah satu bank yang dilikuidasi oleh pemerintah sehingga gedung cabang Solo tidak lagi difungsikan sebagai kantor perbankan.

Aset tersebut kemudian berada di bawah pengelolaan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebelum akhirnya beralih kepemilikan dan dialihfungsikan menjadi hotel.

Transformasi bangunan tersebut dimulai pada 2008–2009 ketika dilakukan renovasi besar-besaran.

Baca Juga: Skema Baru Bansos PKH dan BPNT: Kemensos Uji Coba Pencairan Lewat 900 Kopdes Merah Putih

Gedung bekas kantor bank kemudian dibuka sebagai Best Western Premier Solo, sebelum berganti nama menjadi The Royal Surakarta Heritage pada 2013 di bawah pengelolaan jaringan Accor.

Hingga kini, bangunan tersebut tetap mempertahankan struktur dasarnya, meski fungsi di dalamnya telah berubah menjadi hotel berbintang dengan konsep budaya Jawa.

Perubahan fungsi bangunan ini menjadi contoh bagaimana aset eks perbankan dapat dimanfaatkan kembali tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Banyak tamu hotel bahkan tidak mengetahui bahwa bangunan yang mereka tempati dulunya merupakan kantor salah satu bank besar yang pernah beroperasi di Solo pada era 1990-an.

Selain gedung di kawasan Gladak, informasi mengenai aset-aset lain yang pernah dimiliki Bank Harapan Sentosa di Solo masih terus ditelusuri.

Sejumlah bangunan disebut memiliki keterkaitan dengan bank tersebut, meski memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui dokumen kepemilikan maupun arsip pengelolaan aset pascalikuidasi.

Meski Bank Harapan Sentosa telah lama menjadi bagian dari sejarah perbankan Indonesia, jejak fisiknya masih dapat dijumpai di Kota Solo.

Bangunan-bangunan yang dahulu menjadi simbol aktivitas perbankan kini hadir dengan wajah baru, namun tetap menyimpan kisah perjalanan ekonomi Indonesia pada masa krisis moneter akhir 1990-an.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : solobalapan, Berbagai Sumber
aset bank bank harapan sentosa The Royal Surakarta Heritage