SOLOBALAPAN.COM – Fenomena kontras terjadi pada pasar energi global dan domestik. Saat harga minyak dunia justru anjlok setelah jalur pelayaran Selat Hormuz kembali dibuka, masyarakat Indonesia malah dihadapkan pada kenaikan tajam harga BBM nonsubsidi.
Mulai Sabtu, 18 April 2026, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Kenaikan ini langsung menjadi sorotan karena terjadi ketika harga minyak mentah global sedang melemah signifikan.
Baca Juga: SUKOHARJO : Rumah Mewah Bos Kido Land Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Harga Minyak Dunia Turun Tajam
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB, harga minyak Brent turun drastis 9,07 persen ke level 90,38 dollar AS per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 11,45 persen menjadi 83,85 dollar AS per barel.
Penurunan tersebut dipicu kabar Iran membuka kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu rute energi paling vital di dunia.
Pasar merespons cepat meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, setelah sebelumnya kekhawatiran penutupan selat itu sempat mendorong harga minyak melonjak.
Selat Hormuz Kembali Dibuka
Pejabat senior Iran menyatakan kapal-kapal komersial kini dapat kembali melintasi Selat Hormuz, meski tetap harus berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyebut peluang perdamaian dengan Iran semakin dekat.
"Kita akan melihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Namun Iran tetap memberi sinyal keras bahwa penutupan kembali bisa terjadi bila blokade terhadap pelabuhan Iran berlanjut.
"Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Harga BBM Nonsubsidi Indonesia Malah Naik
Di tengah penurunan harga minyak global, Pertamina justru mengerek harga tiga BBM nonsubsidi utama.
Berikut daftar harga terbaru per 18 April 2026:
- Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter (sebelumnya Rp13.100)
- Dexlite: Rp23.600 per liter (sebelumnya Rp14.200)
- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (sebelumnya Rp14.500)
Sementara produk lain tidak berubah:
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter
Khusus Dexlite dan Pertamina Dex, kenaikannya mencapai Rp9.400 per liter.
Publik Pertanyakan Timing Kenaikan
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai waktu penyesuaian harga. Sebab saat pasar global sedang terkoreksi turun, harga BBM nonsubsidi domestik justru melejit.
Sebelumnya pemerintah juga sempat memberi sinyal harga BBM tidak naik pada April.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan:
"Perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,"
Ia juga menambahkan:
"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,"
Namun tak lama setelah pernyataan itu, kenaikan resmi diumumkan.
Baca Juga: GEMATI POL: Saat Warga Sragen Wetan Tak Lagi Takut Harga Cabai Melejit
Kenapa Bisa Berbeda?
Secara umum, harga BBM dalam negeri tidak selalu bergerak seketika mengikuti harga minyak harian dunia. Ada sejumlah faktor lain yang memengaruhi, seperti:
- rata-rata harga minyak periode sebelumnya
- nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
- biaya distribusi dan logistik
- kebijakan fiskal dan subsidi
- strategi korporasi
Artinya, turunnya harga minyak global hari ini belum tentu langsung diikuti penurunan harga BBM domestik pada hari yang sama. (lz)
Editor : Laila Zakiya