SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak baru.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, muncul dugaan serius terkait keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa tersebut.
Isu ini pun memantik perhatian publik, mengingat sebelumnya polisi telah mengungkap adanya indikasi pelaku lebih dari satu orang dan bekerja secara terorganisir.
Dugaan Awal: Pelaku Lebih dari Satu Orang
Polda Metro Jaya sejak awal menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan secara serius dengan pendekatan ilmiah.
“Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku dibalik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan ‘scientific crime investigation’,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (15/3).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat bahwa pelaku tidak tunggal.
"Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1," beber Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, di Jakarta, Senin (16/03).
Bahkan, pelaku disebut telah melakukan pengintaian sebelum eksekusi dilakukan.
"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian," ungkap Iman.
Disebut Terlatih dan Terorganisir
Dari sisi analisis, Tim Advokasi untuk Demokrasi menilai bahwa pola serangan menunjukkan keterlibatan pihak yang terlatih.
"Kami sangat berharap kasus ini diselesaikan setuntas-tuntasnya hingga aktor intelektualnya. Kami menduga pelakunya sangat sulit kita membayangkan dengan level organisir yang sedemikian rupa ini dilakukan oleh sipil," terang Alghiffari.
"Tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang amatiran, tapi dilakukan oleh orang-orang yang sangat terlatih," lanjutnya.
Muncul Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI
Di tengah berkembangnya penyelidikan, muncul pernyataan dari pihak TNI yang menyebut adanya keterlibatan oknum prajurit.
“Tadi pagi saya menerima, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andri Yunus,” kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu.
Keempat prajurit tersebut kini telah diamankan untuk proses lebih lanjut.
“Jadi kita masih mendalami motifnya,” hematnya.
Meski demikian, belum ada penjelasan rinci terkait peran masing-masing maupun motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.
Polisi Ingatkan Bahaya Informasi Menyesatkan
Di tengah ramainya informasi yang beredar, polisi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada konten yang belum terverifikasi, termasuk gambar pelaku hasil rekayasa AI.
"Kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI, dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan," terang Budi.
"Kami berharap untuk masyarakat juga bijak agar penyelidikan ini fokus dan tidak terganggu, tidak terintervensi oleh hal-hal yang dibuat sengaja untuk menyesatkan," tegasnya.
Kondisi Korban dan Harapan Publik
Diketahui, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius akibat serangan tersebut dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Kasus ini pun menjadi ujian besar bagi penegakan hukum, terutama dalam mengungkap apakah benar terdapat keterlibatan aparat atau aktor terorganisir di balik aksi tersebut.
Dengan berbagai fakta yang mulai terkuak, publik kini menanti transparansi dan ketegasan aparat dalam mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya