Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Skema Single Salary Siap Dijalankan Tahun Depan, Pensiunan PNS Bakal Dapat Solusi Bebas Utang di 2026?

Laila Zakiya • Kamis, 20 November 2025 | 22:50 WIB

 

Ilustrasi ASN - Skema single salary siap dijalankan di tahun 2026?
Ilustrasi ASN - Skema single salary siap dijalankan di tahun 2026?

SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah kembali menegaskan rencana besar reformasi penggajian aparatur sipil negara melalui penerapan skema single salary.

Kebijakan ini disebut-sebut akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan ASN sekaligus memberikan solusi bagi para pensiunan yang selama ini masih terbebani cicilan hingga masa tua.

Single Salary Mulai 2026? Pemerintah Targetkan Tahun Depan

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, memastikan bahwa pemerintah sedang menyelesaikan harmonisasi regulasi antar kementerian sebelum sistem gaji tunggal berdiri penuh.

Ia menyebut penyelarasan terus dibahas bersama Kementerian Keuangan, Kementerian PANRB, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Kita terus membahas, mengkoordinasikan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian PANRB, BKN, dan kementerian lembaga. Ini terus kita matangkan. Kita berharap tahun depan single salary sudah bisa diterapkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Jika target ini tercapai, dampak penuh skema gaji tunggal terhadap kesejahteraan ASN—termasuk pada masa pensiun—diproyeksikan mulai terasa paling cepat pada 2026.

Seluruh Komponen Penghasilan Dilebur Menjadi Satu

Pada skema single salary, seluruh komponen pendapatan ASN—mulai gaji pokok, tunjangan kinerja, hingga tunjangan kemahalan—akan dilebur dalam satu paket penghasilan.

Struktur baru ini menggunakan sistem grading, yakni pemeringkatan berdasarkan nilai jabatan, beban kerja, tanggung jawab, hingga risiko pekerjaan.

Zudan menegaskan bahwa penerapan gaji tunggal membutuhkan keputusan final yang diambil bersama.

“Tentu ini butuh persiapan-persiapan yang matang. Dan ini harus kita putuskan bersama,” ungkapnya.

Kebijakan ini juga sejalan dengan Civil Apparatus Policy Brief BKN, yang menilai skema single salary lebih adil dan lebih stabil dalam jangka panjang.

Masalah Serius: ASN Masih Banyak Terjebak Utang hingga Pensiun

Isu kesejahteraan ASN kembali disorot setelah Zudan mengungkapkan bahwa penghasilan dan manfaat pensiun ASN, terutama golongan I dan II, masih sangat rendah.

Kondisi ini membuat banyak ASN tetap dihantui cicilan ketika memasuki masa pensiun.

"Target kita sederhana, saat ASN pensiun, SK kembali ke tangan, bukan diperpanjang karena utang. ASN harus bisa menutup masa tugasnya dengan tenang dan bermartabat," kata Zudan.

Menurutnya, sistem penggajian yang lebih sederhana dan stabil akan membantu ASN memenuhi kebutuhan jangka panjang, mulai dari pelunasan cicilan rumah hingga membiayai kebutuhan keluarga.

“Cukup saja, enggak harus lebih, cukup sampai putra-putrinya menikah, cukup cicilan rumahnya lunas, dan saya itu ingin sekali ASN pensiun itu SK nya di bank pulang,” ujarnya.

Pengaruh Single Salary terhadap Kenaikan Pensiun

Dosen UGM, Dr. Agustinus Subarsono, menilai sistem single salary secara konsep sangat positif bagi tata kelola birokrasi.

“Sistem gaji tunggal menyatukan seluruh komponen gaji yang selama ini terpisah, seperti tunjangan anak, istri, beras dan lainnya ke dalam satu gaji pokok ASN. Ini membuat sistem pemberian gaji lebih sederhana," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dampaknya akan terasa besar bagi pensiunan.

Saat ini, besaran uang pensiun hanya sekitar 75 persen dari gaji pokok.

Jika komponen gaji dilebur sehingga gaji pokok meningkat, maka nilai pensiun otomatis ikut naik.

“Besaran uang pensiun selama ini dihitung sekitar 75 persen dari gaji pokok. Jika gaji pokok meningkat karena sistem gaji tunggal, maka persentase tunjangan pensiun juga ikut naik,” jelasnya.

Apa Artinya untuk Pensiunan PNS?

Jika skema single salary benar-benar diterapkan tahun depan, maka:

- Pensiunan berpeluang menikmati nilai pensiun yang lebih besar.
- Potensi ASN memasuki masa pensiun dengan beban cicilan diperkirakan menurun.
- Sistem penggajian lebih stabil sehingga mengurangi risiko ASN terjerat pinjaman.
- Struktur penghasilan yang jelas memungkinkan perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih sehat.

Pemerintah meyakini bahwa reformasi ini dapat menjadi solusi kesejahteraan ASN sekaligus memperkuat masa depan birokrasi. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#single salary #gaji pns #pensiunan pns #asn