SOLOBALAPAN.COM - Oktober 2025 jadi bulan yang penuh kejutan manis bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setelah lama menunggu, kabar pencairan bantuan penebalan Rp400 ribu akhirnya muncul bersamaan dengan pergerakan PKH dan BPNT Tahap 3 di berbagai daerah.
Bukti-bukti pencairan dan struk penarikan tunai yang beredar di media sosial memperlihatkan bahwa dana bantuan mulai mengalir serentak melalui bank-bank penyalur, dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Cair Serentak
Dari data lapangan, pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 alokasi Juli–September senilai Rp600 ribu kini mulai dicairkan oleh beberapa Bank Himbara:
* BRI (Sulawesi Tengah): KPM menerima transfer Rp600.000.
* BNI (Jakarta & Bandung Barat): Terpantau penarikan dengan nominal yang sama.
* BSI (Aceh): KPM juga menerima dana Rp600.000 di wilayah Aceh.
Pencairan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah dan Kementerian Sosial (Kemensos) sedang mempercepat penyelesaian sisa tunggakan tahap sebelumnya.
Bahkan, di saat bersamaan, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, SMA, dan SMK juga ikut cair.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada bansos pangan dan tunai keluarga (PKH/BPNT), tapi juga ingin memastikan dukungan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.
Bantuan Penebalan Rp400 Ribu Mulai Mengalir ke KKS Baru
Tak hanya PKH dan BPNT, Bantuan Penebalan yang sempat tertunda kini juga mulai disalurkan kembali.
Beberapa KPM peralihan, terutama pemegang Kartu KKS Bank BSI di Aceh, melaporkan pencairan dana susulan senilai Rp395 ribu hingga Rp400 ribu.
Dana ini merupakan rapelan dari alokasi Juni–Juli 2025 yang sebelumnya belum tersalurkan di Tahap 2.
Kini, bantuan tersebut akhirnya masuk ke rekening KPM yang baru mendapatkan kartu KKS.
Contoh nyata datang dari Aceh Tenggara, di mana salah satu KPM melaporkan pencairan gabungan BPNT dan Bantuan Penebalan dengan total hingga Rp1 juta pada 9 Oktober 2025.
Kemenos Ingatkan: Cek Saldo Melalui Mobile Banking
Tingginya antusiasme KPM yang berbondong-bondong ke ATM sempat menimbulkan antrean di beberapa daerah.
Kemensos kembali mengimbau masyarakat agar memanfaatkan aplikasi mobile banking resmi bank penyalur, seperti:
* BRImo (BRI)
* BNI Mobile / Wonder BNI (BNI)
* Livin’ by Mandiri (Mandiri)
* BSI Mobile (BSI)
Dengan cara ini, KPM tak perlu bolak-balik ke ATM untuk sekadar mengecek saldo, sekaligus menghindari risiko keramaian dan kesalahan transaksi. (lz)
Editor : Laila Zakiya