SOLOBALAPAN.COM - Hari ini, Selasa (8/4/2025), istilah IHSG alias Indeks Harga Saham Gabungan mendadak jadi trending topic di media sosial X (dulu Twitter).
Banyak warganet bertanya-tanya kenapa pasar saham Indonesia terlihat “panik” sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi?
IHSG Terjun Bebas Usai Libur Panjang
Setelah libur panjang Lebaran, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka pagi ini.
Tapi bukannya dibuka dengan kabar menggembirakan, IHSG langsung anjlok hingga 598,55 poin atau turun 9,19 persen ke level 5.912,02 hanya beberapa menit setelah pembukaan pukul 09.00 WIB.
Ini jadi penurunan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Volume transaksi juga cukup besar, mencapai 1,59 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,92 triliun.
Total kapitalisasi pasar IHSG menyusut drastis menjadi Rp10.218 triliun, padahal sebelum libur, sempat menyentuh Rp11.126 triliun.
Dari pantauan data RTI, sebanyak 552 saham melemah, hanya 9 saham yang menguat, dan 65 saham stagnan.
Semua sektor terseret koreksi, terutama sektor teknologi yang anjlok 10,38 persen, dan material dasar turun 10,07 persen.
Apa Penyebabnya?
Menurut Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas, penurunan tajam IHSG ini tak lepas dari sentimen global, terutama kebijakan tarif impor progresif dari Amerika Serikat yang mulai memukul ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
“IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance di level 6.200–6.570,” ujar Nico, seperti dikutip dari Antara.
Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan tarif tambahan hingga 32 persen untuk berbagai produk impor, termasuk dari Indonesia.
Langkah ini memicu gejolak global dan membuat banyak investor khawatir, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
IHSG bukan satu-satunya yang tertekan. Bursa saham di AS juga sedang lesu.
Indeks Dow Jones turun 9,42 persen, S&P 500 terdepresiasi 10,88 persen, dan Nasdaq jatuh 12,45 persen selama sepekan terakhir.
Pasar Asia juga terkoreksi, meski penurunannya tak sedalam bursa Indonesia.
Selain sentimen global, tekanan pada nilai tukar rupiah juga memperparah situasi.
Nilai rupiah terhadap dolar AS makin melemah, mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Melemahnya rupiah mendorong investor asing menarik dana dari pasar domestik, membuat tekanan jual semakin tinggi.
Karena penurunan IHSG yang begitu tajam dan cepat, Bursa Efek Indonesia sempat melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan pada pukul 09.00 WIB.
Perdagangan dilanjutkan kembali setengah jam kemudian pada pukul 09.30 WIB.
Kenapa Ini Jadi Trending?
Bagi yang awam, mungkin bertanya-tanya kenapa penurunan IHSG bisa jadi viral.
Alasannya sederhana: IHSG mencerminkan kondisi ekonomi nasional.
Ketika indeks ini anjlok, dampaknya bisa terasa ke berbagai sektor, mulai dari kepercayaan investor, kinerja reksa dana, hingga keuangan perusahaan.
Banyak pengguna media sosial juga membagikan meme dan tanggapan lucu untuk menanggapi kekhawatiran ini, membuat IHSG makin jadi perbincangan hangat di platform X. (lz)
Editor : Laila Zakiya