SOLOBALAPAN.COM - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan elpiji sebanyak 13.600 tabung di Kota Solo.
Langkah ini diambil untuk menanggapi kelangkaan gas melon yang dirasakan masyarakat beberapa waktu terakhir.
"Kami telah menambah pasokan elpiji 3 kg sebanyak 13.600 tabung di Kota Solo guna mengatasi lonjakan permintaan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir," ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga JBT, Brasto Galih Nugroho, Jumat (6/9).
Brasto menjelaskan, penambahan pasokan elpiji ini dilakukan secara bertahap sejak pertengahan Agustus.
Pada 19 Agustus, Pertamina menambah 5.960 tabung elpiji. Penambahan selanjutnya dilakukan pada 23 Agustus dengan 5.040 tabung, dan pada 24 Agustus sebanyak 2.600 tabung.
"Ke depan, kami akan terus menambah pasokan secara bertahap sesuai kebutuhan," tambah Brasto.
Selain penambahan pasokan, fenomena kelangkaan elpiji 3 kg di Solo juga mendapat perhatian langsung dari Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Pada Jumat (6/9),
Nicke melakukan pengecekan langsung di beberapa toko kelontong di wilayah Laweyan untuk memastikan ketersediaan elpiji.
Dari hasil pengecekan tersebut, Nicke menemukan bahwa distribusi elpiji sempat terhambat di tingkat pengecer.
Beberapa pemilik usaha mengeluhkan bahwa pasokan dari pangkalan ke pengecer sempat terhenti.
"Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa pedagang kelontong agar mereka bisa mendapatkan elpiji dari pangkalan terdekat. Distribusi nanti akan didata menggunakan KTP karena elpiji 3 kg merupakan barang bersubsidi yang peruntukannya harus tepat sasaran," ungkap Nicke.
Dengan adanya penambahan pasokan ini, Pertamina berharap kelangkaan elpiji di Solo dapat teratasi, dan masyarakat bisa kembali mendapatkan elpiji 3 kg sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. (ul)