SOLOBALAPAN.COM - Para pedagang bendera di pinggir jalan mengeluhkan penurunan omzet penjualan dibandingkan tahun lalu.
Amir, salah satu pedagang bendera di Mangkubumen, Kartasura, Sukoharjo, mengungkapkan bahwa pendapatannya tahun ini menurun.
“Penjualan tahun ini malah menurun. Pembeli lebih memilih membeli secara online karena harganya lebih murah. Online shop menjual bendera seharga Rp 15 ribu, sedangkan di lapak pinggir jalan Rp 20 ribu,” ujarnya.
Amir menjelaskan bahwa sehari-hari dia bisa menjual sekitar 20 bendera merah putih dan umbul-umbul, dengan bendera merah putih ukuran 120 cm menjadi yang paling dicari.
Omzet penjualannya berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp 1 juta per hari.
Hal serupa dirasakan oleh pedagang lainnya, Parno dan Asep, yang juga merasakan dampak dari penjualan online terhadap omzet mereka.
“Penjualan bendera saat ini banyak terjadi secara online, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat Covid-19, penjualan bendera lebih ramai,” kata Asep pada Selasa (13/08/2024).
Parno menambahkan bahwa selain dampak online shop, penurunan omzet juga dipengaruhi oleh musim anak masuk sekolah dan menjelang Pilkada. “Penurunan ini bisa jadi karena adanya faktor-faktor seperti online shop, musim sekolah, dan Pilkada,” ujarnya pada hari yang sama.
Di daerah Kartasura, penjualan bendera per hari mencapai 1-2 kodi atau sekitar 20-40 biji bendera dan umbul-umbul.
Sementara itu, di depan Taman Sriwedari, penjualan bisa mencapai sekitar 5 kodi atau 100 biji per hari.
Harga bendera bervariasi: bendera ukuran 90 cm dijual seharga Rp 20 ribu, ukuran 120 cm Rp 25 ribu, ukuran 150 cm Rp 30 ribu, dan ukuran terbesar 180 cm seharga Rp 50 ribu.
Umbul-umbul segitiga dijual seharga Rp 25 ribu, dan bendera bergambar Ir. Soekarno ukuran 4 meter seharga Rp 40 ribu.
Para pedagang biasanya membuka lapak dari jam 6 pagi hingga 6 sore dan berencana untuk menjual bendera hingga menjelang tanggal 17 Agustus. (ul/mg9/mg10)