SOLOBALAPAN.COM - PT Sepatu Bata Tbk umumkan penutupan pabriknya pada Selasa, 30 April 2024 lalu.
Masyarakat, Kemenperin hingga Presiden Jokowi pun memberikan atensi atas kabar tutupnya produsen atau PT Sepatu Bata Tbk tersebut.
Sebanyak 233 karyawan disebut terdampak pemutusan hubungan kerja atau PHK dengan kabar ditutupnya pabrik PT Sepatu Bata Tbk itu.
Dalam pengumumannya, PT Sepatu Bata Tbk menerangkan bahwa pihaknya memutuskan untuk menutup pabrik sepatunya yang berada di Purwakarta, Jawa Barat.
Keputusan tersebut diambil oleh pihak PT Sepatu Bata Tbk setelah empat tahun memberikan upaya maksimal untuk menghadapi tantangan yang tengah menerpa.
Pihak Bata menyebut bahwa sejumlah model sepatu yang diproduksinya mengalami penurunan permintaan yang cukup berpengaruh.
"Keputusan untuk menghentikan aktivitas Pabrik PT Sepatu Bata Tbk yang berada di Purwakarta," ungkap Corporate Secretary Sepatu Bata Hatta Tutuko, dikutip dari informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat, 3 Mei 2024.
Pihak sepatu Bata menegaskan bahwa perusahaan mengalami kerugian akibat perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat tersebut.
"Pada awal Mei 2024, kami menerima laporan terjadinya PHK, karena perusahaannya tutup," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta, Didi Garnadi, dikutip dari ANTARA.
Memutuskan untuk menutup pabriknya, PT Sepatu Bata Tbk disebut akan menyelesaikan seluruh hak karyawan yang terdampak PHK sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Terkait keputusan Bata untuk menutup pabriknya, Kementerian Perindustrian atau Kemenperin menyebut pihaknya akan segera memanggil manajemen terkait.
Baca Juga: Kuliner Solo Raya: Kenikmatan Jenang Jadul Murah Meriah Terenak di Solo, Cek Alamatnya
"Kami akan panggil industri alas kaki Bata. Kami bingung (pabrik) ditutup, harusnya dibuka lagi pabriknya," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di kantor Kemeperin pada Senin, 7 Mei 2024.
Febri menegaskan bahwa industri alas kaki saat sedang dalam kondisi yang baik setelah diberlakukannya kebijakan larangan terbatas (Lartas) impor lewat Permendag Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Perubahan Atas Permendag Nomor 36 Tahun 2023 Tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.
Sehingga, ia berharap nantinya pihak perusahaan mampu kembali membuka pabriknya, terlebih banyak pihak yang bergantung dengan pekerjaannya di pabrik tersebut.
Jokowi, di lain sisi, juga turut menanggapi soal kabar tutupnya pabrik sepatu Bata.
"Ini kalau masalah ada pabrik yang tutup, sebuah usaha itu naik turun karena kompetisi, karena mungkin efisiensi, karena bersaing dengan barang-barang baru yang lebih in, banyak hal," jelas Jokowi setelah peresmian Indonesia Digital Test House (IDTH) di Depok, hari ini.
"Tapi yang jelas secara makro pertumbuhan ekonomi kita sangat baik 5,11 persen," sambungnya.
Presiden Joko Widodo lantas menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh di tengah banyak negara resesi dan pertumbuhan stagnan bisa menjadi pertanda baik.
Pasalnya, Indonesia dianggap tak termasuk dalam negara yang masuk dalam jurang resesi dengan tak mengalami penurunan growth. (LZ)
Editor : Laila Zakiya