Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bentuk Kolaborasi Budayakan Batik Lokal, Guna Melatih Pengrajin di Solo Beradaptasi dengan Industri Digital

Maulida Afifa Tri Fahyani • Sabtu, 20 Januari 2024 | 23:30 WIB
POTENSI: Fashion show batik di kampung batik Kauman, beberapa waktu lalu.
POTENSI: Fashion show batik di kampung batik Kauman, beberapa waktu lalu.

 

SOLOBALAPAN.COM – Batik menjadi salah satu warisan budaya yang cantik dan memiliki beragam corak. Apalagi seiring berkembangnya zaman, batik makin tertindih dengan yang lebih modern.

Oleh karena itu, batik sangat perlu dilestarikan agar nantinya masih bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan mengajak pengrajin batik dan pengusaha batik untuk beradaptasi dengan industri digital.

Hal ini seperti yang diwujudkan dengan adanya kolaborasi Tiktok bersama Tokopedia, yang memberi ruang khusus bagi pengusaha batik untuk berkembang.

Dengan meluncurkan platform digital Shop / Tokopedia, para perajin dan pengusaha batik kini bisa meningkatkan peluang serta memperluas  pasar.

”Ini merupakan langkah awal kami yang secara konkret ingin mengangkat potensi ekonomi lokal melalui kerajinan Batik. Shop / Tokopedia merangkul para perajin batik lokal di wilayah Solo, Pekalongan, dan sekitarnya." kata ID Fashion Category Lead Desey Muharlina Bungsu, kemarin (17/1).

Selain itu dia mengungkapkan, hal tersebut guna memanfaatkan platform digital serta e-commerce, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan pasar melalui kampanye #MelokalDenganBatik.

Desey menyebut, sedikitnya ada 150 perajin dan pengusaha batik di Solo yang akan digandeng dalam program tersebut.

Pihaknya akan mengintegrasikan empat inisiatif kunci untuk mendukung serta memanfaatkan peluang batik di ranah digital.

Mulai dari meningkatkan minat pada batik lewat Shoppertainment, kampanye khusus produk batik, kolaborasi kreator, hingga uji coba untuk berjualan di platform TikTok.

”Kami berupaya melibatkan kreator-kreator terkenal TikTok untuk membantu mempromosikan batik ke dunia digital. Mereka akan menggunakan jaringan dan audiens online mereka untuk meningkatkan penjualan bagi para penjual batik lokal,” kata Desey.

Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemeritah Tokopedia, Hilmi Adrianto mengatakan, kolaborasi nyata ini memang bertujuan untuk memberi nilai tambah UMKM lokal khusususnya di Solo Raya.

Tak berjalan sendirian, pihaknya turut berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo.

”Kampanye #Melokaldenganbatik ini menjadi kolaborasi pertama bagi perusahaan e-commerce untuk bergerak di bidang hilirisasi. Dimana kami ingin UMKM kerajinan di Solo bisa semakin berdaya saing dan produktif dalam menghasilkan produk batik yang berkualitas,” ungkap Hilmi.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengapresiasi, upaya Tiktok bersama Tokopedia dalam mewujudkan UMKM naik kelas.

Pihaknya berharap hasil kolaborasi ini bisa dimanfaatkan betul oleh para pengrajin dan usaha batik, dalam meningkatkan daya saing dan pasar mereka.

Selain itu Teguh juga mengatakan bahwa menurutnya industri digital adalah salah satu peluang yang bisa dilakukan pengusaha.

Maka dari itu UMKM harus menjaga kualitas dan juga kualitasnya dipasaran agar tetap bagus. (ul/adi/nda)

KHIDMAT: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie (empat dari kiri) didampingi forkopimda dan tokoh masyarakat saat launching Calendar of Event 2024 di Pendopo Agung Jumat (19/1). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
KHIDMAT: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie (empat dari kiri) didampingi forkopimda dan tokoh masyarakat saat launching Calendar of Event 2024 di Pendopo Agung Jumat (19/1). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
Editor : Nindia Aprilia
#budaya #Ecomerce #platform #batik #solo