SOLOBALAPAN, DENPASAR — Krisis ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Pulau Bali semakin parah per Rabu (14/10/2026).
Antrean kendaraan bermotor tampak mengular hebat di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis, mulai dari kawasan Nusa Dua, Mumbul, hingga Jimbaran, Kabupaten Badung.
Kondisi kelangkaan yang tak kunjung terurai ini memicu gelombang emosi warga serta kritik pedas dari pengamat kebijakan publik terhadap kinerja mitigasi Pertamina.
Janji Normalisasi Meleset, SPBU Hanya Melayani Solar
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, banyak SPBU tampak sepi melompong dan terpaksa memasang papan pengumuman kekosongan stok BBM jenis bensin.
Baca Juga: Selisih Harga Pertamax-Pertalite Tembus Rp5.950, Pekerja UMR di Solo Raya Siasati BBM Selang-Seling
Petugas SPBU di area Jimbaran bahkan berulang kali mengumumkan kekosongan stok Pertalite dan Pertamax menggunakan pengeras suara:
Pengumuman Petugas SPBU Jimbaran: "Hanya tersedia Solar. Yang lain kosong!"
Situasi ini sangat disesalkan masyarakat mengingat janji distribusi BBM yang diklaim Pertamina bakal kembali normal pada Senin (12/10/2026) malam atau Selasa (13/10/2026) pagi, ternyata sama sekali tidak terealisasi di lapangan.
Pengamat Desak Investigasi Dugaan Permainan Oknum SPBU
Pengamat Kebijakan Publik Bali, I Nyoman Mardika, melayangkan kritik tajam atas lambatnya respons Pertamina Patra Niaga.
Menurutnya, alasan klasik mengenai keterlambatan kapal pengangkut BBM tidak boleh mengorbankan hak dasar dan mobilitas perekonomian warga Bali.
Ia menilai Pertamina baru terkesan reaktif bekerja setelah krisis kelangkaan BBM ini viral di media sosial dan berujung pada pemanggilan resmi oleh Gubernur Bali.
Kritik Pedas I Nyoman Mardika: "Pertanyaannya, kenapa terjadi keterlambatan pasokan yang merembet berhari-hari begini? Seharusnya Pertamina punya kalkulasi pasokan aman sebelum stok riil di lapangan benar-benar habis... Bisa saja ada permainan oknum petugas SPBU sehingga stok yang tersedia mendadak berkurang drastis. Ini harus dipastikan melalui pemeriksaan ketat, bukan sekadar pembiaran."
Klaim Pertamina Patra Niaga: Kapal MT Klasogun Tiba, Suplai Digenjot 24 Jam
Merespons gelombang kekecewaan publik, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengklaim tengah menggenjot pemulihan pasokan BBM secara intensif lewat penetapan SPBU prioritas dan distribusi kontinu selama 24 jam nonstop.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengonfirmasi bahwa kapal tanker MT Klasogun yang membawa muatan pasokan Pertalite dan Biosolar telah bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran sejak Selasa (13/10/2026) untuk mempercepat pengisian ulang tangki SPBU.
Penjelasan Ahad Rahedi: "Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat."
Tabel Pemetaan Fakta Krisis BBM di Pulau Bali
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai titik lokasi kelangkaan, respons pengamat, pemicu krisis, serta klaim penanganan dari Pertamina secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Krisis | Detail Fakta & Catatan Lapangan |
| Wilayah Terdampak Utama | Kabupaten Badung, Bali (Nusa Dua, Mumbul, Jimbaran, dll) |
| Jenis BBM Langka | Pertalite dan Pertamax (Layanan berulang kali kosong) |
| Status per 14 Okt 2026 | Antrean mengular, kemacetan di badan jalan, sebagian SPBU tutup |
| Pengamat Publik | I Nyoman Mardika (Desak usut kecurangan & kritik mitigasi) |
| Tuntutan Pengamat | Investigasi indikasi permainan oknum SPBU & evaluasi pemantauan |
| Pihak Penanggung Jawab | PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus |
| Juru Bicara Pertamina | Ahad Rahedi (Area Manager Communication, Relations & CSR) |
| Armada Pasokan Pasca-Krisis | Kapal MT Klasogun (Tiba di FT Sanggaran per 13 Oktober 2026) |
| Solusi Pertamina | Pengiriman BBM 24 jam nonstop & penetapan SPBU skala prioritas |
Penanganan ekstra cepat dari pihak Pertamina Patra Niaga dan ketegasan Pemprov Bali sangat dinantikan masyarakat agar krisis energi di kawasan destinasi wisata mancanegara ini tidak semakin melumpuhkan iklim pariwisata serta aktivitas ekonomi harian warga.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo