SOLOBALAPAN.COM – Cuitan lama Presiden Prabowo Subianto mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2015 mendadak kembali tular dan memicu kehebohan di media sosial.
Jejak digital tersebut diunggah ketika Prabowo dan Partai Gerindra masih berada di barisan oposisi yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah.
Kala itu, Prabowo yang belum menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) secara tegas menyarankan agar status karhutla dinaikkan menjadi Bencana Nasional.
“Demi mengatasi kabut asap yang terus merugikan sebagian rakyat Indonesia, saya menyarankan untuk menaikkan status tersebut menjadi bencana nasional. Tujuannya, agar penanganan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah dapat lebih maksimal. Karena dampak yang ditimbulkan sudah sangat memprihatinkan,” tulis Prabowo di akun Facebook resminya pada 2015 silam.
Tak hanya itu, Prabowo saat itu juga mengusulkan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membentuk kementerian khusus penanggulangan bencana seperti yang diterapkan di Rusia.
Baca Juga: Dampak Horor Karhutla! Kemenhut Selamatkan 290 Satwa Liar, 96 di Antaranya Orangutan
“Dengan memanfaatkan teknologi satelit, Kementerian Penanggulangan Bencana di Rusia bisa mendeteksi adanya titik-titik api, dengan begitu kebakaran hutan dapat dicegah. Selain itu, aparat penegak hukum juga harus berani melakukan investigasi agar para pelaku pembakar hutan mendapatkan sanksi dan hukuman yang sesuai,” tegasnya kala itu.
Sindiran Pedas Netizen di Media Sosial
Sontak, cuitan lama tersebut kembali mencuat dan diserbu beragam reaksi netizen. Banyak pihak menilai kondisi saat ini terkesan kontras, mengingat pemerintah masih enggan menaikkan status karhutla menjadi Bencana Nasional kendati desakan publik kian meluas.
Sindiran tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @keluhkesahko***, yang meminta pemerintah saat ini untuk "mendengarkan" kembali masukan dari sosok Prabowo pada tahun 2015.
“Terima kasih sudah memberikan bukti bahwa Prabowo Subianto pernah menyarankan pemerintah untuk menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Semoga Presiden dan jajarannya mau mendengarkan suara Prabowo Subianto. Silakan dibaca baik-baik ya, gess, dengan saksama,” tulis akun tersebut.
Senada dengan hal itu, akun X @FaiNoma*** turut mengunggah ulang tautan berita tahun 2015 yang memuat desakan Partai Gerindra terkait penetapan status karhutla.
“Waktu @Gerindra jadi partai oposisi, Tahun 2015 @prabowo ngotot minta Karhutla jadi #BencanaNasional. Ayo sekarang berani nggak? Biar dunia internasional, negara tetangga dibuka akses ruang udara agar secara masif membantu pemadaman,” tulisnya.
Ia menambahkan, penetapan status tersebut sangat penting agar organisasi lingkungan dan media internasional dapat melakukan liputan mendalam terkait kejahatan lingkungan ini.
“Agar terbuka juga pada organisasi lingkungan internasional dan media internasional datang dan lakukan peliputan dan investigasi mendalam. Ini isu KEJAHATAN LINGKUNGAN LUAR BIASA,” lanjut akun tersebut. (dam)
Editor : Damianus Bram