Bantah Danai Militer Israel, Andrea Bocelli Buka Suara Soal Desakan Batal Konser di Indonesia!

Damianus Bram • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:13 WIB
Konser Andrea Bocelli di Indonesia (Foto: instagram)
Konser Andrea Bocelli di Indonesia (Foto: instagram)

 

SOLOBALAPAN.COM – Penyanyi tenor legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, akhirnya buka suara menanggapi derasnya desakan pembatalan rencana konsernya di Indonesia.

Maestro musik klasik dunia ini mengklarifikasi dan menegaskan bahwa penampilannya di Indonesia sama sekali tidak memiliki muatan politik maupun bentuk dukungan terhadap pihak mana pun.

“Keikutsertaan saya semata-mata dilandasi oleh seni dan rasa kemanusiaan yang kita miliki bersama,” tegas Andrea Bocelli dalam keterangan resminya, Senin (12/10/2026).

Penyanyi tunanetra yang telah menjual lebih dari 90 juta kopi album ini memastikan, tidak ada sepeser pun pendapatan dari konsernya yang akan dialokasikan untuk kepentingan politik maupun militer.

“Tidak ada rencana penggalangan dana untuk mendukung kepentingan politik ataupun militer yang berkaitan dengan konser-konser tersebut. Tidak ada pula pendapatan dari konser-konser ini yang dimaksudkan untuk tujuan tersebut,” ujarnya meluruskan.

Baca Juga: MUI Desak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta Dibatalkan, Ini Alasan Tegasnya!

Terkait sorotan publik atas penampilannya di masa lalu, Bocelli menegaskan bahwa dirinya selalu menjaga konsistensi untuk bersikap netral sepanjang karier musiknya.

“Pada kesempatan tersebut, sebagaimana dalam setiap penampilan sepanjang karier saya, satu-satunya niat saya adalah mempersembahkan suara dan berbagi musik,” kata sang maestro.

“Setelah mendedikasikan hidup saya untuk panggilan ini, saya selalu menjaga jarak dari politik dan keberpihakan politik, hal-hal yang membutuhkan pemahaman mendalam yang tidak saya klaim miliki,” tambahnya.

Sesuai rencana, konser Andrea Bocelli dijadwalkan berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, pada 3 November 2026. Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian tur dunia Romanza 30th Anniversary World Tour.

Hingga saat ini, jadwal penampilan Bocelli di situs resminya masih tercantum secara resmi sembari menantikan keputusan final dari otoritas Pemerintah Indonesia.

MUI Desak Pembatalan Konser

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara terbuka mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk membatalkan konser Andrea Bocelli.

Sikap tegas ini disampaikan setelah pemerintah resmi melarang konser musisi asal AS, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah konsisten menolak kedatangan figur yang dinilai memiliki rekam jejak mendukung gerakan Zionisme.

Langkah ini dinilai sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan serta mendukung penuh kemerdekaan rakyat Palestina.

“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," tegas Sudarnoto, dikutip dari laman resmi MUI, Sabtu (10/10/2026).

Soroti Rekam Jejak Masa Lalu

Sudarnoto menjelaskan, penolakan MUI berlandaskan pada informasi keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces (FIDF)—organisasi penyokong militer Israel—di Los Angeles pada 2010 silam, serta konsernya di Tel Aviv pada 2022.

MUI menilai, keterlibatan dalam penggalangan dana bagi militer Israel merupakan persoalan kemanusiaan yang sangat krusial, terutama di tengah krisis kejahatan perang yang melanda Gaza.

Sudarnoto menyayangkan jika ada kementerian terkait, termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, yang memberikan izin atas kedatangan sang penyanyi.

Ia menegaskan, pertimbangan keuntungan ekonomi tidak boleh mengangkangi nilai-nilai kemanusiaan.

“Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," cetus Sudarnoto.

MUI turut mengimbau pemerintah agar berpegang teguh pada fatwa MUI terkait larangan mendukung pihak-pihak yang menyokong penjajahan Israel atas Palestina, demi menjaga ketenteraman dan keharmonisan masyarakat di dalam negeri. (dam)

Editor : Damianus Bram
andrea bocelli Israel penyanyi konser mui