Atlet Perempuan Indonesia Sumbang 18 Medali di Asian Games 2026, Ada 2 Emas

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:38 WIB
Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Nurisa Dian Ashrifah, atlet perempuan Indonesia yang menyumbangkan medali emas pada Asian Games 2026.
Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Nurisa Dian Ashrifah, atlet perempuan Indonesia yang menyumbangkan medali emas pada Asian Games 2026.

SOLOBALAPAN.COM – Perjuangan atlet perempuan Indonesia di Asian Games 2026 tidak berhenti pada sekadar menjadi bagian dari kontingen. Sejumlah atlet berhasil membawa pulang medali dari berbagai cabang olahraga, termasuk dua emas yang menjadi bagian dari lima emas Indonesia di ajang tersebut.

Dua emas itu masing-masing datang dari Desak Made Rita Kusuma Dewi di cabang panjat tebing nomor speed putri dan Nurisa Dian Ashrifah dari cabang panahan.

Prestasi keduanya tidak hanya menambah koleksi medali Indonesia, tetapi juga menciptakan catatan tersendiri dalam perjalanan olahraga Tanah Air.

Baca Juga: Belajar dari Aqeela Calista, Ini Rahasia Tetap Semangat meski Jadwal Padat

Desak Made pecahkan rekor Asian Games dan Asia

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil menjadi yang tercepat dalam nomor speed putri. Ia mencatatkan waktu 6,062 detik untuk memastikan dirinya berdiri di podium pertama.

Catatan tersebut tidak berhenti sebagai waktu tercepat dalam pertandingan. Desak sekaligus memecahkan rekor Asian Games dan rekor Asia.

Prestasi ini menjadi bukti konsistensi Desak sebagai salah satu atlet speed climbing Indonesia yang mampu bersaing di level Asia.

Bagi olahraga panjat tebing Indonesia, keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bagaimana nomor speed putri dapat menjadi salah satu sumber kekuatan Indonesia dalam kompetisi internasional.

Baca Juga: Mental Juara! Timnas Indonesia Angkat Trofi Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 usai Tekuk Thailand

Nurisa Dian cetak sejarah di panahan

Medali emas lainnya datang dari Nurisa Dian Ashrifah.

Atlet panahan tersebut sukses mempersembahkan emas untuk Indonesia sekaligus mencatat sejarah. Nurisa menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas Asian Games dari cabang panahan.

Kemenangan tersebut membuat namanya tidak hanya tercatat sebagai peraih medali, tetapi juga sebagai pembuka sejarah baru bagi panahan Indonesia di ajang Asian Games.

Jika Desak membuat rekor melalui kecepatan, Nurisa menciptakan sejarah melalui cabang yang membutuhkan ketepatan dan konsistensi.

Baca Juga: Basral Grito Hutomo Menduduki Peringkat Keempat di Final Skateboard Street Asian Game 2026

Bukan cuma dua emas

Kontribusi atlet perempuan Indonesia di Asian Games 2026 tidak berhenti pada dua emas tersebut.

Sumaya berhasil meraih medali perak dari nomor tunggal putri teqball. Kemudian ada Nita Violina Marwah yang membawa pulang perak dari nomor ganda campuran badminton.

Medali perak lainnya dipersembahkan Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini dari cabang padel.

Sementara itu, sejumlah atlet perempuan Indonesia juga ikut menyumbangkan medali perunggu dari berbagai cabang olahraga. Di antaranya karate, wushu, MMA, angkat besi, kano, balap sepeda, sepak takraw, hingga badminton.

Secara keseluruhan, atlet perempuan Indonesia menyumbangkan 18 medali, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan 13 perunggu.

Menunjukkan perempuan Indonesia bisa bersaing

Deretan medali tersebut menunjukkan bahwa kontribusi atlet perempuan dalam kontingen Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ada yang mencetak rekor, ada yang menciptakan sejarah, ada pula yang menjadi bagian dari perjuangan tim untuk menambah perolehan medali.

Kisah Desak Made dan Nurisa Dian menjadi dua contoh paling menonjol. Keduanya tidak hanya pulang membawa emas, tetapi juga meninggalkan catatan baru bagi cabang olahraga masing-masing.

Desak membuktikan bahwa batas waktu masih bisa ditembus, sementara Nurisa menunjukkan bahwa sejarah baru bisa dimulai dari satu kemenangan.

Namun, cerita atlet perempuan Indonesia di Asian Games 2026 sebenarnya jauh lebih luas daripada dua nama tersebut.

Dari 18 medali yang berhasil dikumpulkan, masing-masing memiliki cerita tentang latihan, tekanan pertandingan, kegagalan, dan keberanian untuk kembali bertanding.

Pada akhirnya, medali-medali tersebut menjadi pengingat bahwa perempuan Indonesia juga terus mengambil ruang di berbagai cabang olahraga. Bukan hanya untuk berdiri di podium, tetapi juga untuk memecahkan rekor, membuka sejarah, dan menunjukkan bahwa batas kemampuan masih bisa terus didorong.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Olympic Council of Asia, PB FPTI, Persatuan Panahan Indonesia
atlet emas indonesia medali perempuan