SOLOBALAPAN.COM - Nama Tepe kembali menjadi perbincangan setelah video Omakase bersama Raditya Dika yang tayang pada 3 Oktober 2026 mendapat sorotan dari warganet.
Dalam video tersebut, Tepe datang terlambat dari jadwal yang ditentukan. Ia menjelaskan bahwa dirinya salah membaca pesan terkait waktu kedatangan. Interaksinya dengan chef selama sesi Omakase juga ikut menjadi perhatian, termasuk pembahasan soal wasabi dan penyebutan salah satu menu.
Baca Juga: Selama Ini Nasi Jadi Andalan, Ternyata Jagung Layak Dilirik sebagai Sumber Karbohidrat
Potongan video tersebut kemudian ramai beredar di media sosial. Sebagian warganet mengkritik sikap Tepe, sementara sebagian lainnya menilai kritik terhadap perilaku sebaiknya tidak berkembang menjadi penilaian terhadap latar belakang seseorang.
Polemik tersebut kemudian mendapat respons dari Reza Arap. Dalam unggahannya, Arap menyinggung soal star syndrome yang dikaitkan dengan Tepe. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Raditya Dika. Tepe kemudian ikut menyampaikan permintaan maaf kepada Raditya Dika.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Tepe sebenarnya sudah cukup lama berkecimpung di dunia konten. Kanal YouTube miliknya dibuat sejak 2007. Video tertua yang masih tersedia berasal dari 2011 dan berisi konten drum cover.
Baca Juga: On This Day : Jarang Orang Tahu! Ada Peristiwa Besar Apa di Dunia Pada 7 Oktober?
Konten Tepe kemudian berkembang ke berbagai jenis, mulai dari musik, gaming, hingga vlog. Dari konten gaming tersebut, ia juga mendapatkan sponsor pertamanya yang berasal dari perangkat gaming.
Pada 2018, Tepe kembali mendapat perhatian setelah memenangkan sayembara konten yang dibuat Raditya Dika untuk merayakan 4 juta subscriber. Ia mendapatkan hadiah sebuah mobil dari sayembara tersebut.
Beberapa tahun kemudian, perjalanan Tepe semakin berkembang melalui live streaming. Reza Arap sempat menonton siaran Tepe dan memberikan donasi. Interaksi tersebut kemudian membuka kesempatan bagi Tepe untuk bergabung dengan AAA Clan.
Baca Juga: Bukan Cuma Dimakan, Lucunya Warna Makanan Indonesia Kini Jadi Inspirasi Outfit
Nama Tepe semakin dikenal setelah mengikuti Marapthon Season 2 pada 2025. Program live streaming tersebut berlangsung selama puluhan hari dan ikut meningkatkan perhatian terhadap aktivitas AAA Clan.
Marapthon Season 3 kemudian dimulai pada 8 Februari 2026. Dalam enam hari, kanal Reza Arap sempat menempati posisi pertama dunia dalam kategori Most Watched Channels, mengungguli kreator seperti IShowSpeed dan Kai Cenat.
Selain membuat konten, Tepe juga mulai memperluas aktivitasnya ke bidang hiburan. Ia merilis single Museum Duka, bermain dalam film Harusnya Horor, hingga tampil di panggung Pestapora bersama For Revenge.
Baca Juga: Dari Kaos hingga Jeans, Kenapa Kapas Jadi Bahan Pakaian yang Tak Pernah Hilang?
Sejak membuat drum cover pada 2011 hingga tampil di festival musik, perjalanan Tepe berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, kontroversi Omakase menunjukkan bagaimana satu video dapat membuat nama yang sudah lama dibangun kembali menjadi sorotan publik.
Bagi seorang kreator dengan jumlah penonton yang semakin besar, perhatian publik tidak hanya datang ketika membuat karya. Cara bersikap dan berinteraksi juga bisa menjadi bagian dari pembicaraan. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com