SOLOBALAPAN.COM – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan dirinya sama sekali tidak gentar maupun panik di tengah kencangnya hembusan isu perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih yang kembali mencuat ke publik.
Saat ditemui di Denpasar, Bali, Pigai mengaku tetap tenang dan fokus menjalankan tugas kedinasan tanpa terdistraksi oleh rumor pencopotan jabatan menteri.
"Tidak ada (takut). Kalau saya takut, untuk apa saya ke Bali? Mending tunggu, lihat-lihat handphone di Jakarta saja. Nunggu kan biasa saja," ujar Natalius Pigai santai di Denpasar, Bali, dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (3/9).
Pigai menekankan bahwasanya pergeseran atau pergantian posisi menteri merupakan hak prerogatif murni yang dimiliki oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki kapasitas, otoritas penuh, serta indikator kinerja utama (Key Performance Indicator / KPI) dalam mengevaluasi portofolio masing-masing anggota kabinet.
"Pigai terkenal karena kerja. Mana ada kalau orang terkenal kalau tanpa kerja, diam-diam. Yang menilai itu Presiden. Presiden yang menilai. Presiden yang memiliki kapasitas, otoritas, hak prerogatif untuk menilai KPI para menteri," tegas mantan Komisioner Komnas HAM tersebut.
Penilaian Menteri Berbasis Data, Bukan Survei Media
Lebih lanjut, Pigai mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam opini spekulatif. Ia meyakini Presiden Prabowo merupakan sosok intelektual yang senantiasa mengedepankan kaji analitis berbasis data objektif ketimbang hasil jajak pendapat publik maupun narasi media.
"Pak Prabowo itu intelektual. Intelektual itu menilai berbasis kepada data. Oleh karena itulah penilaian-penilaian itu kepada Presiden, bukan oleh survei, bukan oleh wartawan," tambah Pigai.
Di akhir keterangannya, Menteri HAM menyatakan komitmennya untuk terus bekerja maksimal mewujudkan program perlindungan HAM nasional tanpa perlu memusingkan desas-desus mengenai dinamika politik di lingkaran Istana.
"Saya kemarin datang ke sini saya tidak pernah mikir posisi saya akan berubah atau tidak, saya kerja saja. Karena saya tahu Presiden yang menilai," pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram