SOLOBALAPAN, JAKARTA - Perhatian publik terhadap Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang resmi disetujui sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru tidak hanya tertuju pada rekam jejak pribadinya, melainkan juga jajaran keluarganya.
Suyudi diketahui merupakan menantu dari purnawirawan jenderal polisi berbintang tiga, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi Suwandi.
Nurfaizi Suwandi bukan sosok sembarangan dalam sejarah kepolisian Indonesia, khususnya pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Kepemimpinan di Polda Metro Jaya dan Penanganan Teror Bom
Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut dikenal memiliki rekam jejak panjang dan mentereng di jajaran reserse Korps Bhayangkara.
Saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Nurfaizi berada di pucuk pimpinan ketika Jakarta diguncang serangkaian peristiwa terorisme dan kasus kriminal besar.
Salah satu kasus besar yang ditangani di bawah kepemimpinannya yakni tragedi ledakan bom di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 13 September 2000.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, jajaran Polda Metro Jaya berhasil membekuk tersangka kunci Iwan Setiawan alias Husen beserta kelompoknya yang terlibat dalam aksi peledakan, termasuk Tengku Ismuhadi, Nuryadin, Ibrahim Abdul Manaf, serta oknum anggota yang terlibat.
Sebelum insiden bom BEJ, Nurfaizi juga memimpin penanganan perkara ledakan bom di Kedutaan Besar Malaysia yang terjadi pada 27 Agustus 2000.
Penanganan Perkara Politik 1998 hingga Kasus Buloggate
Sebelum dipercaya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Nurfaizi telah menduduki posisi strategis sebagai pimpinan Korps Reserse Mabes Polri.
Pada tahun 1998, nama Nurfaizi muncul dalam proses penanganan hukum terhadap aktivis prodemokrasi Andi Arief di tengah dinamika politik reformasi.
Selain penanganan perkara politik, Nurfaizi juga mencatatkan peran penting dalam pengungkapan kasus Buloggate yang melibatkan Soewondo, sosok dekat Presiden Abdurrahman Wahid terkait penyelewengan dana Yanatera Bulog.
Soewondo yang sempat menjadi buronan berhasil ditangkap oleh tim reserse Polda Metro Jaya pada Oktober 2000.
Penangkapan tersebut melibatkan jajaran reserse yang saat itu dipimpin oleh Tito Karnavian, yang kini mengemban amanat sebagai Menteri Dalam Negeri. Tidak lama setelah pengungkapan kasus besar tersebut, posisi Kapolda Metro Jaya kemudian mengalami pergantian kepemimpinan.
(did)