SOLOBALAPAN.COM – Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara nasional membuahkan temuan mengejutkan.
Dari total 20,6 juta masyarakat yang telah menjalani proses skrining, sebanyak 360,7 ribu orang teridentifikasi memiliki tanda serta gejala tuberkulosis (TBC), di mana 26,8 ribu orang di antaranya dinyatakan positif terinfeksi TBC kasus baru.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksonar Harbuwono, menjelaskan bahwa pemindaian masif melalui CKG menjadi senjata utama pemerintah untuk mempercepat penemuan kasus tersembunyi di lapangan, mulai dari tingkatan Puskesmas, sekolah, hingga pondok pesantren.
Dante menegaskan, temuan aktif ini sangat penting untuk menekan laju penyebaran TBC secara nasional.
Berdasarkan estimasi World Health Organization (WHO), tren kasus TBC di Indonesia konsisten melandai dalam tiga tahun terakhir.'
Baca Juga: Komisi XIII DPR Sidak Langsung ke Lapas Cibinong, Desak 10 Bangunan Mewah Dibongkar
Pada 2024, estimasi kasus TBC tercatat mencapai 1,092 juta kasus, lalu turun menjadi 1,090 juta kasus pada 2025, dan diproyeksikan kembali merosot menjadi 1,080 juta kasus pada tahun 2026.
"Dalam waktu satu tahun, kita turunkan estimasi tuberkulosis yang diidentifikasi oleh WHO, jadi tadinya 1.090.000 menjadi 1.080.000," ujar Dante dalam konferensi pers, dikutip dari JawaPos.com, Kamis (1/10/2026).
Terobosan Baru: Durasi Pengobatan Dipangkas Jadi 1 Bulan
Guna mempercepat proses penyembuhan, Kementerian Kesehatan tidak hanya gencar menemukan kasus, melainkan juga melakukan langkah revolusioner dalam regimen terapi pengobatan.
Jika sebelumnya pengobatan TBC memakan waktu lama berkisar antara sembilan hingga 20 bulan, kini pemerintah memangkas durasi terapi menjadi jauh lebih singkat.
Sejak 2024, durasi pengobatan TBC resisten obat telah dipotong menjadi 6 bulan lewat metode TB RO BPaL/M.
Bahkan saat ini, Kemenkes tengah menguji coba regimen obat terbaru hasil kerja sama dengan TB Alliance yang berpotensi memangkas durasi terapi hingga tersisa satu bulan saja.
"Ini tadinya 6 sampai 9 bulan, itu terlalu banyak obat. Sekarang satu bulan saja. Ini satu bulan kita sedang melakukan terapi yang agresif untuk masyarakat," terang Dante.
Gerakkan Program Siaga TBC Tingkat Desa
Di samping intervensi medis, pemerintah pusat mendorong peran aktif tingkat tapak melalui pembentukan program Desa Siaga TBC.
Hingga saat ini, sebanyak 9.759 desa/kelurahan di 154 kabupaten/kota dari 29 provinsi telah berkomitmen melakukan mitigasi penanganan TBC secara mandiri.
Pemerintah pusat dan daerah juga menggelar evaluasi mingguan secara intensif guna memantau perkembangan serta efektivitas penanganan TBC di seluruh pelosok Nusantara. (dam)
Editor : Damianus Bram