SOLOBALAPAN.COM - Kopi Gayo Luwak asal Aceh masuk dalam daftar kopi dengan penilaian tinggi versi TasteAtlas 2026. Kopi tersebut memperoleh nilai 4,9 dari 5 dan berada di peringkat ke-11 dalam daftar Top 100 Coffees in the World.
Penilaian tersebut tercatat dalam daftar TasteAtlas yang diperbarui pada 23 September 2026. Dalam daftar kopi asal Indonesia, Gayo Kopi Luwak berada di posisi teratas dengan nilai yang sama.
Baca Juga: Lengket, Berlendir, dan Baunya Kuat, Natto Justru Punya Banyak Manfaat
TasteAtlas mencatat produk tersebut berasal dari kawasan Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Kopi luwak dibuat dari biji kopi yang telah melewati proses pencernaan luwak sebelum dikumpulkan, dibersihkan, dikeringkan, dan diproses menjadi biji kopi.
Dataran Tinggi Gayo memang dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi Arabika di Aceh. Wilayah penghasilnya mencakup Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang berada di kawasan dataran tinggi.
Kopi Arabika Gayo memiliki karakter rasa yang beragam. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh varietas tanaman, kondisi lingkungan tempat kopi tumbuh, serta metode pengolahan yang digunakan setelah panen.
Baca Juga: Kenapa kita ikut menguap saat melihat orang menguap?
Kawasan Gayo juga dikenal dalam produksi kopi specialty. Karakter cita rasa menjadi salah satu hal yang membuat kopi dari wilayah tersebut memiliki identitas tersendiri dibandingkan kopi yang berasal dari daerah lain.
Meski mendapat nilai tinggi, peringkat TasteAtlas perlu dipahami sesuai metode penilaiannya. Daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian pengguna TasteAtlas sehingga hasilnya merupakan gambaran preferensi para penilai di platform tersebut, bukan ukuran tunggal untuk menentukan kopi terbaik di dunia.
Dengan skor 4,9, Gayo Kopi Luwak tetap tercatat sebagai salah satu produk kopi yang mendapat penilaian tinggi dalam daftar TasteAtlas 2026.
Pencapaian tersebut sekaligus membawa nama kopi dari Dataran Tinggi Gayo masuk dalam daftar kopi dunia yang mendapat perhatian melalui platform kuliner tersebut. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber