Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja! BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Bersatu Gelar Aksi Demonstrasi Besar

Damianus Bram • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:15 WIB
Sebanyak 1.000 mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa lainnya kembali dicegat di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Ilustrasi - Sebanyak 1.000 mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa lainnya kembali dicegat di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Aliansi tiga organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri ternama—BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB—secara resmi menyepakati konsolidasi nasional untuk menggelar aksi gerakan besar turun ke jalan dalam waktu dekat.

Keputusan krusial tersebut diambil usai pimpinan gerakan dari ketiga kampus menggelar pertemuan intensif di Yogyakarta dan merilis pernyataan sikap bersama terkait kondisi politik serta sosial ekonomi nasional.

Ketua BEM UI, Yatalathof (Athof), mengonfirmasi bahwasanya seluruh elemen mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi tersebut telah menyatukan barisan untuk melancarkan unjuk rasa masif.

"Tentu itu disepakati. Rencana kita akan bergerak dalam waktu dekat," tegas Athof saat dikonfirmasi, Senin (28/9).

Baca Juga: 7 Keterampilan yang Dulu Sering Dipakai, Kini Mulai Tergantikan Teknologi

Serukan "Nestapa Indonesia" dan Kritik Kemunduran Demokrasi

Melalui manifesto bersama bertajuk "Nestapa Indonesia" yang disepakati di Yogyakarta pada 26 September 2026, aliansi mahasiswa ini menyoroti kemunduran drastis iklim demokrasi nasional.

Mereka menilai suara kritis masyarakat maupun mahasiswa kerap diabaikan dan dicurigai oleh penyelenggara negara.

Athof menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat dan menolak penguasaan negara oleh kepentingan oligarki atau kelompok tertentu. Menurutnya, hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan.

"Jika pemerintah terus menutup telinga, rakyat akan memperkeras suara. Jika kekuasaan terus menutup ruang demokrasi, rakyat akan memenuhi ruang-ruang publik," tambah Athof.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum SEMA UGM, Mesa, menegaskan bahwasanya gerakan ini murni disuarakan atas dasar kegelisahan rakyat di tengah himpitan ekonomi yang kian menekan.

"Realitas bangsa saat ini sudah terlalu kompleks untuk terus ditutupi oleh pidato, seremoni, pencitraan, ataupun propaganda kekuasaan. Indonesia sedang tidak baik-baik saja," cetus Mesa.

Selain menuntut kebebasan berpendapat, aliansi ini mengecam melonjaknya beban hidup masyarakat akibat jeratan pajak dan inflasi, di tengah pengeluaran belanja negara yang dinilai minim transparansi serta akuntabilitas.

Rapat Barisan Lintas Elemen Masyarakat

Sementara itu, Ketua Kabinet KM ITB, Nahdah, menyerukan kepada seluruh massa mahasiswa di berbagai simpul daerah—mulai dari Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta—untuk segera merapatkan barisan dan menghidupkan ruang konsolidasi di setiap kampus.

Nahdah juga mengimbau agar gerakan mahasiswa meluas dengan membangun solidaritas lintas elemen, melibatkan buruh, petani, nelayan, pekerja informal, akademisi, hingga jurnalis.

"Jangan biarkan ketakutan memisahkan kita, jangan biarkan propaganda penguasa memecah belah. Turunlah bersama dalam gerakan yang damai, disiplin, terorganisasi, dan berpihak kepada rakyat," imbau Nahdah. (dam)

Editor : Damianus Bram
BEM UI aksi mahasiswa turun ke jalan demokrasi ugm