Buka Gerai Surabi Solo di Jepang, WNI Ini Bikin Warga Lokal Ketagihan Jajanan Pasar

tim solobalapan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:10 WIB
Beragam varian surabi Solo di gerai Surabi Tokyo, Jepang.(OhayoJepang)
Beragam varian surabi Solo di gerai Surabi Tokyo, Jepang.

SOLOBALAPAN.COM - Surabi Solo kini hadir di Jepang. Jajanan pasar berbahan tepung beras itu diperkenalkan oleh WNI bernama Adi Nurwan melalui gerai Surabi Tokyo di kawasan Kichijoji, Tokyo.

Adi yang sudah lama tinggal di Jepang menghabiskan waktu sekitar tiga tahun untuk mengembangkan resep sebelum membuka gerainya. Berbagai komposisi adonan dicoba hingga ia mendapatkan tekstur yang sesuai.

Baca Juga: Filosofi Senjata Cakra Manggilingan yang Menjadi Salah Satu Motif Batik Khas Blitar

Salah satu bahan yang digunakan yakni tepung beras dari Niigata. Bahan tersebut diolah hingga menghasilkan surabi dengan bagian luar yang matang, tetapi bagian dalamnya tetap lembut dan kenyal.

Bentuknya yang bundar membuat surabi sekilas terlihat seperti dorayaki bagi masyarakat Jepang. Meski begitu, keduanya memiliki tekstur yang berbeda. Surabi terasa lebih lembut dan kenyal saat disantap.

Surabi Tokyo mulai beroperasi pada Februari 2025 di Kichijoji. Gerainya berada di sekitar Taman Inokashira, kawasan yang ramai didatangi masyarakat dan wisatawan, terutama ketika musim sakura.

Baca Juga: Ikan Koi Jadi Motif Batik Khas Blitar, Ini Maknanya

Menu yang disediakan tidak hanya berupa rasa tradisional. Surabi Tokyo menawarkan sejumlah varian, di antaranya Traditional, Custard, Choco Banana, Matcha Custard dan Mixberry.

Ketika pertama kali dibuka, harga surabi berada di kisaran 150 hingga 430 yen, sesuai dengan varian yang dipilih. Beragam pilihan tersebut menjadi bagian dari pengembangan menu untuk pelanggan di Jepang.

Walaupun menggunakan bahan lokal Jepang, Adi tetap mempertahankan unsur Indonesia dalam produknya. Selain tepung beras Niigata, ia juga menggunakan bahan seperti santan, pandan, kopi dan teh.

Pilihan menu gurih juga tersedia di Surabi Tokyo. Salah satunya adalah surabi dengan rendang berbahan daging Wagyu yang memadukan cita rasa khas Indonesia dengan bahan yang tersedia di Jepang.

Baca Juga: Nilai Kegigihan dalam Tari Pamungkas, Keteguhan di Balik Karakter Alus

Pengembangan tersebut membuat surabi hadir dengan pilihan rasa yang lebih beragam. Di sisi lain, karakter dasar surabi tetap dipertahankan dengan menyesuaikan bahan dan penyajiannya untuk gerai di Jepang.

Jajanan yang selama ini dikenal sebagai makanan pasar Indonesia kini hadir di Tokyo dengan bentuk pengembangan yang berbeda. Adi tetap membawa unsur kuliner Indonesia melalui resep, bahan, dan pilihan rasa yang ditawarkan. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
jajanan pasar Surabi hanifatuz zahra Kuliner Indonesia surabi tokyo