Nyawa Penyelam Terancam! Ini 6 Kendala Horor Evakuasi 68 Korban KM Virgo Transport 8

Damianus Bram • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:11 WIB
Tim penyelam dari SAR gabungan saat berupaya masuk bangkai KM Virgo Transport untuk mencari korban. (Basarnas)
Tim penyelam dari SAR gabungan saat berupaya masuk bangkai KM Virgo Transport untuk mencari korban. (Basarnas)

 

SOLOBALAPAN.COM – Memasuki hari ke-16 pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR), proses evakuasi korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 masih dihadapkan pada serangkaian kendala ekstrem di lapangan.

Kondisi fisik bangkai kapal yang tidak stabil serta tingginya risiko ancaman keselamatan memaksa tim penyelam gabungan untuk ekstra waspada saat berupaya menerobos ke dalam kompartemen kapal.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengungkapkan bahwasanya hambatan utama penyelaman bersumber dari dinamika posisi pergeseran derajat kemiringan kapal yang terus berubah di dasar air.

“Masih terjadi perubahan derajat kemiringan pada kapal. Ini berpotensi tinggi bagi penyelam. Apabila stabilitasnya tiba-tiba berubah total, keselamatan penyelam pasti terancam,” beber I Putu saat konferensi pers, dikutip dari JawaPos.com, Senin (29/9).

I Putu menambahkan, ketika tim mencoba melakukan penetrasi hingga kedalaman 15 meter ke dalam interior kapal, ditemukan struktur bangunan kapal yang kian rapuh.

Perubahan stabilitas mendadak tersebut memaksa tim penyelam menghentikan pergerakan demi menghindari potensi ruang kapal runtuh atau menjebak personel.

Tak hanya itu, tingkat jarak pandang (visibility) di dalam kapal berada pada titik nol. Material sedimen dan endapan lumpur pekat mulai memenuhi seluruh area kompartemen sehingga sangat membatasi ruang gerak penyelam.

Kondisi tersebut kian memprihatinkan lantaran bertebaran serpihan benda tajam yang rawan merobek perlengkapan selam maupun melukai personel.

Ancaman Paparan BBM Berbahaya dan Terbatasnya Pasokan Oksigen

Faktor bahaya lainnya yang dihadapi tim SAR adalah kemunculan pencemaran bahan kimia dan tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berasal dari muatan kendaraan di dalam geladak kapal.

“Di sana ada kendaraan, BBM-nya sudah mulai keluar. Ini yang membuat risiko keselamatan penyelam. Tim tidak berani melaksanakan penyelaman di area yang terkontaminasi bahan kimia tersebut,” tegas I Putu.

Hambatan kritis terakhir berkaitan dengan akumulasi densitas gas di kedalaman sekitar 27 meter yang telah mendekati ambang batas toleransi aman. Kondisi tersebut memangkas durasi efektif penyelaman secara drastis.

Meski penyelam dibekali satu hingga dua tabung oksigen, waktu operasional di dalam air dibatasi maksimal hanya sekitar 20 menit guna mengantisipasi risiko keracunan gas maupun dekompresi.

“Ini adalah kendala-kendala sehingga tidak semua kompartemen bisa dimasuki karena alasan keselamatan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, dari total 243 penumpang KM Virgo Transport 8, sebanyak 68 korban dilaporkan masih belum ditemukan dan terus berada dalam daftar pencarian tim SAR gabungan. (dam)

Editor : Damianus Bram
km virgo transport 8 sar penyelam evakuasi