Jasad ABK Surakman Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Operasi SAR Jurnalis Hilang di Selat Sunda!

Damianus Bram • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:40 WIB
Ketua Pewarta Foto Indonesia, Dwi Pambudo saat memberikan sambutan pada acara doa bersama para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Jakarta, Senin (21/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Ketua Pewarta Foto Indonesia, Dwi Pambudo saat memberikan sambutan pada acara doa bersama para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Jakarta, Senin (21/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Penemuan jasad anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I di kawasan perairan Pulau Enggano, Bengkulu, menjadi titik terang krusial dalam misi pencarian rombongan yang hilang di Selat Sunda.

Berdasarkan hasil uji DNA yang dirilis kepolisian, jasad pria tersebut teridentifikasi identik dengan Surakman (60), salah satu ABK speedboat Arupadhatu I.

Kapal naas tersebut diketahui mengangkut lima jurnalis foto dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026, saat melakoni tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Surakman.

Ia menilai penemuan jasad ini menjadi bukti otentik sekaligus petunjuk baru, usai operasi pencarian gabungan sebelumnya resmi dihentikan Basarnas pada hari ke-10, yaitu 17 September 2026.

"Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya," terang Dwi dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Merespons perkembangan terbaru ini, PFI mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera membuka kembali operasi pencarian secara resmi.

PFI meminta penyisiran dapat difokuskan dan ditingkatkan intensitasnya di sekitar lokasi ditemukannya jasad, serta menyusuri jalur perairan dari arah Selat Sunda yang membentang menuju perairan Enggano.

Di samping itu, PFI mengingatkan kembali komitmen otoritas SAR yang sempat menyatakan bahwa operasi akan langsung diaktifkan kembali secara otomatis apabila ditemukan petunjuk atau bukti baru di lapangan.

"Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan 5 rekan jurnalis kami dan 2 kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka," tegas Dwi.

Adapun lima jurnalis foto yang hingga kini masih dalam proses pencarian yakni Yudistiro Pranoto (iNews), Donal Husni (jurnalis lepas), Arie Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), serta Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara).

PFI Pusat menegaskan bersama seluruh pengurus daerah akan terus mendampingi keluarga korban serta mengawal proses pencarian ini hingga tuntas. (dam)

Editor : Damianus Bram
jurnalis hilang PFI jurnalis foto selat sunda penemuan jasad