SOLOBALAPAN, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, mendadak menjadi sorotan publik usai rekaman videonya viral di media sosial.
Mantan pembalap nasional tersebut terekam kamera tengah melakukan panggilan video (video call) santai hingga menjulurkan lidah di tengah berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI.
Momen yang tertangkap kamera saluran TVR Parlemen tersebut kemudian diunggah ulang di platform TikTok dan Instagram, hingga memicu sorotan publik.
Di luar kontroversi video berdurasi singkat tersebut, pria yang lahir di Jakarta pada 14 November 1982 ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang, baik di lintasan balap, dunia bisnis, maupun panggung politik tanah air.
Rekam Jejak Prestasi Otomotif dan Kiprah Bisnis
Lahir dari pasangan pembalap senior Tinton Soeprapto dan Dewi Anggraini, darah balap mengalir kental dalam diri Moreno.
Baca Juga: Anggota DPR RI Berharta Rp16 Miliar Terdata Jadi Penerima Bansos PKH, Kok Bisa?
Bersama sang kakak, Ananda Mikola, ia menekuni olahraga otomotif sejak usia muda dan meraih berbagai kejuaraan level nasional hingga internasional.
Perjalanan prestasinya di lintasan balap terbilang mentereng. Pada 2000, ia menjuarai Formula Asia National Championship.
Moreno kemudian memperkuat Minardi Team Asia di ajang Formula BMW Asia Championship 2004 dengan raihan satu kemenangan dan satu pole position.
Setahun berikutnya, ia menyabet gelar juara Asian F3 Championship – Promotion Class 2005 bersama Joson F3 Team lewat raihan enam kemenangan.
Karier balapnya berlanjut saat membela A1 Team Indonesia pada 2006 serta meraih posisi ketiga pada Asian F3 Pacific 2007 bersama Fastron Threebond Racing.
Gantung helm dari balapan profesional, alumnus Universitas Paramadina ini merambah dunia usaha. Moreno tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis, seperti Komisaris PT AMM (PT Ananda Mikola Moreno), Manager Sirkuit PT SSU (PT Sarana Sirkuitindo Utama), Direktur PT HSS (PT Hotel Sarana Sirkuitindo), serta Komisaris PT Momax Energi.
Tiga Periode di Senayan dan Laporan Harta Kekayaan
Langkah politik Moreno dimulai saat bergabung dengan Partai Gerindra pada 2014. Kariernya di ranah legislatif terbilang mulus setelah ia sukses terpilih sebagai anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut, yakni 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Di tingkat daerah, ia juga memegang jabatan sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Malang sejak 2017 serta aktif di organisasi SAPMA Pemuda Pancasila.
Aksi viralnya di ruang rapat parlemen turut mengarahkan perhatian publik pada laporan harta kekayaannya.
Berdasarkan LHKPN periode 2025, suami dari Noorani Sukardi ini mencatatkan total harta kekayaan sebesar Rp 40.943.540.230 tanpa catatan utang.
Sebagian besar asetnya terkonsentrasi pada properti tanah dan bangunan senilai Rp 34,3 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan dan Kota Malang.
Selain itu, ia melaporkan kepemilikan dua unit kendaraan senilai Rp 500 juta, yakni Toyota Kijang Innova Minibus 2014 dan Toyota Innova Zenix 2022, serta kas dan setara kas senilai Rp 6,14 miliar.
| Parameter / Informasi | Rincian / Data Fakta |
| Nama Lengkap | Moreno Soeprapto |
| Lahir | Jakarta, 14 November 1982 |
| Jabatan Politik | Anggota DPR RI Fraksi Gerindra (2024–2029) & Ketua DPC Gerindra Kota Malang |
| Orang Tua / Keluarga | Tinton Soeprapto & Dewi Anggraini (Kakak: Ananda Mikola) |
| Istri / Anak | Noorani Sukardi / Saja Noor Soeprapto |
| Prestasi Balap Utama | Juara Formula Asia (2000) & Juara Asian F3 Promotion Class (2005) |
| Total Harta LHKPN | Rp 40.943.540.230 (Periode 2025) |
| Aset Utama | Tanah & Bangunan (Rp 34,3 M), Kas (Rp 6,14 M), Utang (Rp 0) |
Meskipun kebiasaannya di ruang rapat sempat menuai ragam komentar warganet, profil Moreno Soeprapto mencerminkan perpaduan perjalanan karier yang unik dari atlet balap internasional menuju panggung politik nasional.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo