SOLOBALAPAN, JAKARTA - Video aksi penganiayaan yang memperlihatkan seorang pria menendang pengunjung perempuan berinisial A hingga tersungkur di food court Senayan City, Jakarta, mendadak viral di media sosial.
Insiden arogansi yang terjadi pada Minggu, 13 September 2026 tersebut menuai kecaman luas dari berbagai pihak.
Rekaman yang beredar luas memperlihatkan korban sedang berdiri mengantre makanan sebelum tiba-tiba ditendang dari arah belakang oleh seorang pria yang sedang duduk di kursi.
Tak hanya melakukan kekerasan fisik, pelaku juga diduga berteriak dan menuding korban telah mengganggunya serta menuntut permohonan maaf.
Kejadian kekerasan di ruang publik ini menyita perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Politisi dari Fraksi Partai NasDem tersebut mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat menangkap pelaku guna memproses kasus tersebut secara hukum tanpa ada celah pembiaran.
Desak Proses Hukum dan Transparansi CCTV Mal
Ahmad Sahroni menegaskan bahwa tindakan arogan pelaku sudah masuk dalam kategori kekerasan terhadap perempuan, sehingga tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.
Ia meminta aparat kepolisian segera memanggil dan memeriksa pria dalam video viral tersebut agar memberikan efek jera.
Bila dalam proses pemeriksaan terbukti ada unsur pidana penganiayaan dan korban menolak skema restorative justice, Sahroni meminta proses hukum wajib dilanjutkan ke meja hijau.
Ia menilai setiap warga negara, khususnya perempuan, berhak mendapatkan jaminan rasa aman saat berada di fasilitas umum.
Selain mendesak kepolisian, Sahroni juga mengimbau manajemen mal di kawasan Senayan, Jakarta tersebut untuk bersikap kooperatif.
Pengelola gedung diminta menyerahkan rekaman CCTV secara lengkap demi mempermudah penyidik mengungkap identitas serta kronologi pasti kejadian.
Cegah Normalisasi Budaya Arogansi
Sahroni mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan cara-cara arogan maupun kekerasan dalam menyelesaikan masalah apa pun.
Menurutnya, tindakan main hakim sendiri di ruang publik memiliki konsekuensi hukum yang tegas dan tidak boleh dibiarkan menjadi budaya.
"Saya hanya tidak ingin budaya kekerasan dan arogansi ini dibiarkan tumbuh bahkan dinormalisasi. Jangan masalah apa pun diselesaikan dengan kekerasan, haram hukumnya menggunakan cara-cara seperti itu di negara hukum. Jadi, biarlah ada efek jera atas tindakan orang tersebut," tegas Ahmad Sahroni pada Kamis, 17 September 2026.
| Parameter Peristiwa | Rincian / Data Fakta |
| Korban | Perempuan berinisial A |
| Lokasi Kejadian | Food Court Senayan City, Jakarta |
| Waktu Kejadian | Minggu, 13 September 2026 |
| Bentuk Kekerasan | Ditendang dari belakang hingga jatuh, diteriaki pelaku |
| Tanggapan Pejabat | Ahmad Sahroni (Wakil Ketua Komisi III DPR RI) |
| Tuntutan Hukum | Tangkap pelaku, periksa CCTV mal, proses pidana jika menolak restorative justice |
Aksi penendangan pengunjung di food court Senayan City menjadi alarm keras pentingnya jaminan keamanan bagi masyarakat di arena publik.
Penanganan cepat dari aparat kepolisian beserta sikap terbuka pengelola mal sangat dinantikan publik demi memberikan rasa adil bagi korban dan menindak tegas pelaku penganiayaan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo