Keychain Lagi Ngetren, tapi Anak SD Ini Malah Bikin Sendiri dari Tutup Botol

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:26 WIB
Siswa SD Negeri Balong, Gunungkidul, memanfaatkan limbah tutup botol plastik untuk membuat keychain kreatif lewat pelatihan mahasiswa KKN UNS. (Risma)
Siswa SD Negeri Balong, Gunungkidul, memanfaatkan limbah tutup botol plastik untuk membuat keychain kreatif lewat pelatihan mahasiswa KKN UNS. (Tim KKN 72 UNS)

SOLOBALAPAN.COM – Tas anak muda sekarang rasanya kurang lengkap kalau masih polos. Ada yang memasang boneka kecil, karakter favorit, hingga keychain dan bag charm yang sengaja dipilih untuk membuat tas terlihat lebih personal.

Tren tersebut memang sedang ramai. Bag charm tidak lagi sekadar berfungsi sebagai gantungan, tetapi juga menjadi aksesori untuk menunjukkan selera dan gaya pemilik tas. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari boneka, karakter kartun, hingga aksesori mini lainnya.

Menariknya, untuk mendapatkan gantungan yang lucu, orang kini tidak selalu mencari barang berukuran besar. Benda yang ukurannya kecil pun bisa menjadi incaran, bahkan beberapa bag charm dari merek tertentu dibanderol dengan harga yang tidak kecil.

Baca Juga: Terhalang Abu Vulkanik, Pembicara dari Thailand Tampil Daring di Konferensi Internasional FISIP UNS

Tapi bagaimana kalau gantungan tas tersebut dibuat sendiri?

Alih-alih membeli keychain yang sudah jadi, siswa kelas IV SD Negeri Balong, Gunungkidul, justru diajak membuat gantungan kunci dari limbah tutup botol plastik.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN 72 Desa Balong melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Gantungan Kunci (Keychain) Kreatif yang digelar Jumat (24/7/2026).

Sebanyak 12 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB tersebut. Program ini diketuai Risma, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNS.

Bukan Beli, tapi Bikin Sendiri

Kalau biasanya keychain tinggal dipilih sesuai selera, dalam kegiatan ini para siswa justru diajak mengetahui bagaimana sebuah gantungan kunci dapat dibuat dari barang yang sering dianggap tidak terpakai.

Baca Juga: Venus Tiba-Tiba Menghilang di Balik Bulan, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Mahasiswa KKN 72 terlebih dahulu memberikan materi mengenai pemanfaatan limbah tutup botol plastik. Setelah itu, mereka melakukan demonstrasi pembuatan keychain sebelum siswa mulai mencoba sendiri.

Prosesnya cukup menarik. Tutup botol plastik dilelehkan menggunakan setrika. Plastik yang sudah meleleh kemudian dibentuk menggunakan cetakan kue sesuai bentuk yang diinginkan.

Setelah bentuk plastik terbentuk dan mengeras, hasilnya kemudian dirangkai hingga menjadi gantungan kunci.

Selama proses tersebut, mahasiswa KKN mendampingi para siswa sehingga mereka tidak hanya melihat demonstrasi, tetapi juga ikut membuat keychain masing-masing.

Risma mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengajak siswa lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas mereka dengan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar,” ujar Risma.

Baca Juga: Peran Generasi Muda Menjaga Asa: Saat Batik Menjadi Bagian Gaya Hidup Masa Kini

Dari Tutup Botol Jadi Aksesori Tas

Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya hasil akhirnya berupa gantungan kunci. Para siswa juga mendapatkan pengalaman bahwa barang bekas tidak selalu harus langsung berakhir di tempat sampah.

Tutup botol plastik yang sebelumnya dianggap tidak memiliki kegunaan dapat diolah menjadi benda yang memiliki fungsi. Dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak, hasil akhirnya bahkan bisa digunakan sebagai aksesori tas atau gantungan barang.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan kreativitas dengan edukasi lingkungan. Siswa belajar melalui praktik, bukan hanya mendengarkan penjelasan mengenai pemanfaatan limbah.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN 72 Desa Balong dalam mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

SDGs 4 diterapkan melalui pembelajaran kreatif dan praktik langsung. Sementara itu, SDGs 12 terlihat dari pemanfaatan kembali limbah tutup botol plastik. Adapun SDGs 17 diwujudkan melalui kerja sama antara mahasiswa KKN, pihak SD Negeri Balong, dan siswa kelas IV.

Di tengah tren keychain dan bag charm yang membuat tas anak muda semakin ramai, para siswa SD Negeri Balong justru punya cara sendiri untuk mendapatkan aksesori tersebut. Bukan dengan berburu gantungan yang sedang tren, melainkan mengubah tutup botol bekas menjadi sesuatu yang bisa dibawa pulang.

Editor : Inayah Choirunisa
keychain tutup botol gantungan