SOLOBALAPAN.COM — Gelaran tradisi tahunan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan terus menjadi sorotan hangat publik.
Setelah atraksinya memicu kontroversi akibat penggunaan simbol bernuansa satanic, kini berita duka datang dari salah satu pesertanya yang dilaporkan meninggal dunia mendadak.
Peserta bernama Ahmad Faiz (40), warga Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Sebelumnya, almarhum sempat tampil mengenakan kostum monster bernuansa gelap hingga acara karnaval selesai pada Kamis (10/9/2026) menjelang tengah malam.
Wafatnya Faiz secara mendadak selepas memperagakan pertunjukan bernuansa mistis tersebut tak ayal memicu beragam spekulasi liar di kalangan netizen media sosial.
Baca Juga: Karnaval Maulid Pekalongan Viral usai Tampilkan Simbol Ritual Satanic, MUI Beri Teguran Keras
Viral Simbol Pentagram dan Sembelih Kambing di Arena
Sebagai informasi, pertunjukan kontingen tempat Faiz bernaung—yakni Tim Simone—viral di platform digital lantaran menyajikan visualisai tak biasa.
Para peserta memamerkan kostum mirip makhluk mitologi, membawa obor, serta mengusung papan bersimbol mirip pentagram terbalik dan mata satu.
Suasana makin mencekam saat adegan teatrikal penyembelihan seekor kambing hidup diperagakan di tengah arena.
Kendati isu "ritual satanic" dan kematian Faiz ramai dikait-kaitkan netizen, hingga kini tidak ada bukti medis atau keterangan resmi yang mengindikasikan adanya unsur mistis dalam wafatnya almarhum.
Faiz diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat kondisi kesehatan fisik usai kelelahan.
Tim Simone Minta Maaf: Murni Meniru Konten YouTube
Menanggapi hebohnya tudingan netizen yang mencederai predikat Pekalongan sebagai Kota Santri, perwakilan Tim Simone, M. Akhid, menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf secara terbuka.
Ia meluruskan bahwa kelompoknya sama sekali tidak memahami makna simbolis di balik busana maupun koreografi yang mereka tampilkan.
"Kami dari perwakilan Tim Simone meminta maaf. Kami menyesal karena kurang literasi. Kami tidak tahu apa itu ritual satanic. Kami hanya melihat apa yang menurut kami unik dari festival di YouTube (seperti dari Malang dan Magelang), lalu menyewa kostumnya dari Malang dan mengadaptasinya di sini," terang Akhid dikutip dari JawaPos.com, Selasa (15/9/2026).
Evaluasi Ketat Pemda Pekalongan
Panitia penyelenggara melalui Ziyad mengonfirmasi penampilan tersebut memang terjadi di panggung SKNC 2026, meski panitia tidak mengurasi secara detail konsep yang dibawa Tim Simone.
Merespons dinamika ini, Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan pihak pemerintah daerah akan memperketat regulasi dan evaluasi pelaksanaan festival warga di masa mendatang.
"Ke depan ini tentu jadi evaluasi penting agar setiap kampung yang menyelenggarakan festival, temanya harus benar-benar sesuai dengan kultur, adat, dan kebiasaan setempat," tegas Sukirman. (dam)
Editor : Damianus Bram