SOLOBALAPAN.COM — Gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memicu gelombang kecaman publik hingga berujung teguran keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Acara yang semula dirancang untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61 tersebut viral di media sosial setelah menyuguhkan atraksi bernuansa mistik yang menyerupai ritual satanic.
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menegaskan bahwa visualisasi horor dan adegan sadis di dalam karnaval tersebut sangat mencederai semangat perayaan Maulid Nabi.
"Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Karnaval mendidik tentu boleh, tapi ketika bergeser menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu bertentangan," ujar Cholil, dikutip dari laman MUI, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Maudy Ayunda Bicara soal “Privilege”, Kenapa Kata Ini Sering Dipakai di Media Sosial?
Bawa Kitab Pentagram Hingga Sembelih Kambing Secara Sadis
Aksi kontroversial kontingen bernama Tim Simone di SKNC 2026 itu memperlihatkan sekelompok peserta berkostum iblis membawa obor, serta mengusung replika kitab bersimbol mata satu dan pentagram terbalik—simbol yang identik dengan aliran penyembah setan.
Keresahan warga kian memuncak saat peserta memperagakan teatrikal penyembelihan seekor kambing di tengah arena secara tidak wajar hingga darahnya berceceran di lantai pertunjukan.
MUI menilai adegan tersebut melanggar etika penyembelihan hewan dalam Islam.
Menanggapi sorotan tajam netizen terhadap citra Pekalongan sebagai Kota Santri, perwakilan Tim Simone, M. Akhid, menyampaikan permohonan maaf terbuka dan mengaku kurang literasi.
"Kami dari perwakilan Tim Simone meminta maaf. Kami menyesal karena kurang literasi. Kostum kami sewa dari Malang dan koreografinya hanya meniru festival di internet tanpa paham maknanya," ungkap Akhid.
Duka Peserta Meninggal Dunia dan Evaluasi Pemda
Di tengah riuhnya polemik visual acara, insiden duka turut mewarnai ajang tahunan ini. Seorang peserta bernama Ahmad Faiz (40) dilaporkan meninggal dunia di kediamannya pada Jumat (11/9/2026) pagi, beberapa jam setelah tampil mengenakan kostum monster.
Kendati memicu beragam spekulasi liar di media sosial, belum ada bukti resmi yang mengaitkan kematian almarhum dengan unsur mistis.
Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi kreativitas swadaya warga namun memastikan akan memperketat evaluasi penyelenggaraan festival di masa mendatang.
"Ke depan ini jadi evaluasi penting. Setiap kampung yang menggelar festival, temanya harus sesuai dengan kultur, adat, dan kebiasaan setempat," tegas Sukirman. (dam)
Editor : Damianus Bram