Kronologi Lengkap Ahmad Faiz Meninggal Dunia Usai Ikut Karnaval di Pekalongan, Keluarga Buka Suara

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 19:20 WIB
Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan.
Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan.

SOLOBALAPAN, PEKALONGAN — Perhelatan pawai tahunan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meninggalkan duka sekaligus sorotan publik per Senin (14/9/2026).

Seorang peserta karnaval bernama Ahmad Faiz (40) dilaporkan meninggal dunia beberapa jam setelah merampungkan pawai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal pada Kamis (10/9/2026) malam.

Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan meminta masyarakat tidak memelintir narasi penyebab kematian almarhum yang murni dipicu oleh faktor kelelahan akut.

Di sisi lain, kemeriahan agenda budaya tersebut juga diwarnai insiden kekerasan massa yang menimpa dua kakak-beradik pedagang sosis keliling di penghujung acara.

Kronologi Kelelahan Berujung Maut: Begadang Demi Kerja dan Pawai

Ahmad Faiz, warga Simbang Kulon Gang 1, diketahui berpartisipasi aktif dalam pawai kostum SKNC bersama rombongan kontingen nomor dua.

Baca Juga: Sama-Sama Berkeluarga, Ini Kronologi Oknum Kepsek dan Guru di Pekalongan Terekam CCTV Tersembunyi

Berdasarkan keterangan keluarga, Faiz berangkat dalam kondisi sehat bugar kendati tubuhnya memikul beban kelelahan luar biasa akibat begadang beberapa malam sebelumnya demi membagi waktu antara pekerjaan harian dan persiapan acara.

Sehari-hari, Faiz bekerja mengolah obat batik di tempat kerabatnya. Karakter almarhum yang pekerja keras dan berdedikasi tinggi membuatnya kerap mengabaikan rasa lelah demi menuntaskan tanggung jawab.

Paman korban, M Musa, membeberkan bahwa Faiz sempat menyelesaikan seluruh rangkaian pawai hingga rombongan kembali ke posko sekitar pukul 00.00 WIB tengah malam.

Kesaksian Paman Korban (M Musa): "Pulangnya itu jam 00.00 WIB, kita kan kontingen nomor dua. Pulang jam 00.00 WIB itu istirahat, ngobrol-ngobrol. Dia orangnya kalau kerja terlalu semangat, jadi sering kecapekan. Sudah saya peringatkan, tapi dia memang tanggung jawab banget."

Setelah sempat mengantarkan minuman kepada saudaranya, Faiz tertidur di lokasi istirahat kontingen. Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, ia dibangunkan oleh keluarga untuk dipapah pulang ke rumah.

Setibanya di kediaman, kondisi tubuh Faiz mendadak terasa dingin. Kendati sempat dibujuk oleh sang istri untuk segera dibawa ke rumah sakit, almarhum menolak hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir dalam tidurnya.

Keluarga besar menegaskan bahwa kepergian Faiz telah diterima dengan lapang dada (rida) dan meminta publik menghentikan segala spekulasi liar seputar penyebab kematiannya.

Panitia SKNC Buka Suara: Imbau Setop Framing Berlebihan

Menanggapi kabar duka tersebut, panitia pelaksana Simbang Kulon Night Carnival, Fatchul Majid, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menegaskan bahwa seluruh prosesi kegiatan telah dipersiapkan matang selama dua bulan dan berkoordinasi ketat dengan aparat kepolisian.

Fatchul mengonfirmasi bahwa saat mengenakan kostum karnaval di garis awal, Faiz terlihat bugar dan bersemangat. Seluruh jalannya pawai pun berlangsung tertib tanpa ada insiden darurat di atas rute perlintasan.

Klarifikasi Panitia SKNC (Fatchul Majid): "Untuk Mas Faiz ini ketika pakai kostum juga dalam keadaan sehat. Selama pawai alhamdulillah berjalan lancar dan tidak ada sesuatu yang aneh-aneh. Kami mohon isu liar ini tidak di-framing secara berlebihan, karena selain menyakiti pihak keluarga, panitia juga merasa dirugikan."

Insiden Pengeroyokan Pedagang Sosis Usai Karnaval

Selain kabar duka peserta karnaval, agenda SKNC juga tercoreng oleh aksi main hakim sendiri yang terjadi pada Jumat (11/9/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Dua kakak-beradik pedagang sosis asal Purbalingga, Gita Firmansyah (30) dan Ikbal Rehan (21), menjadi korban amuk massa saat hendak berkemas pulang.

Insiden bermula ketika Gita membunyikan klakson kendaraannya secara perlahan agar tidak menabrak kerumunan pengunjung yang memadati badan jalan.

Namun, sejumlah orang di lokasi diduga tersulut emosi dan tidak terima dengan suara klakson tersebut.

Massa langsung menghujani pukulan ke arah Gita. Sang adik yang berupaya melerai keributan turut menjadi sasaran penyerobotan fisik hingga keduanya mengalami luka memar di bagian punggung dan tangan, sementara gerobak dagangan mereka dirusak.

Beruntung, sejumlah warga dan ibu-ibu setempat bergegas melerai sehingga kedua korban berhasil diselamatkan.

Korban secara resmi telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Buaran pada Sabtu (12/9/2026) dengan melampirkan bukti rekaman video yang viral di media sosial guna mengidentifikasi para pelaku.

Tabel Pemetaan Fakta Rangkaian Peristiwa Simbang Kulon Night Carnival (SKNC)

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kronologi wafatnya peserta pawai serta insiden pengeroyokan pedagang sosis secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Fakta Detail Kasus Wafatnya Peserta Detail Insiden Penganiayaan Pedagang
Identitas Korban Ahmad Faiz (40), warga Simbang Kulon Gita Firmansyah (30) & Ikbal Rehan (21)
Pekerjaan / Asal Pekerja obat batik / Buaran, Pekalongan Pedagang sosis keliling / Asal Purbalingga
Waktu Kejadian Kamis (10/9/2026) malam – Jumat dini hari Jumat (11/9/2026) dini hari, pukul 02.30 WIB
Pemicu Utama Kelelahan fisik akut & kurang tidur berhari-hari Klakson motor dagangan agar tak tabrak warga
Kondisi Terakhir Sempat tolak ke RS saat tubuh dingin; meninggal Alami luka memar di punggung, tangan, dagangan rusak
Sikap Keluarga / Korban Ikhlas/rida; minta publik tak pelintir berita Lapor Polsek Buaran (Sabtu, 12 Sept 2026)
Respons Panitia SKNC Nyatakan almarhum sehat saat pawai; tolak framing
Penanganan Kepolisian Selidiki rekaman video viral & buru para pelaku

Peristiwa di Simbang Kulon Pekalongan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga batas ketahanan fisik saat mengikuti agenda keramaian massal, sembari menuntut penegakan hukum tegas dari aparat kepolisian terhadap aksi kekerasan jalanan yang mencederai tradisi budaya masyarakat.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Ahmad Faiz meninggal dunia kronologi karnaval