Bela Program MBG! Kepala BGN Sudaryono Tuding Guru, Ortu, hingga Wartawan Bikin Ramai di Sosmed

Damianus Bram • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB
Kepala BGN Sudaryono/(Istimewa)
Kepala BGN Sudaryono/(Istimewa)

 

SOLOBALAPAN.COM — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, akhirnya angkat bicara menanggapi derasnya gelombang kritik dan sorotan publik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono menilai, riuhnya kritik yang mengemuka selama ini lebih banyak terjadi di ranah media sosial ketimbang realitas di lapangan.

Ia meyakini bahwa masyarakat penerima manfaat secara umum tidak mengalami kendala berarti dengan program tersebut.

"Kenapa ramai? Satu, adalah faktor ideologis, ini urusan politik. Yang meramaikan itu gurunya, orang tua siswanya, wartawannya, hingga oknum LSM. Tapi kalau Anda lihat secara keseluruhan di bawah, orang-orang sebenarnya nggak ada masalah sama MBG," ujar Sudaryono melalui video di akun Instagram @dardardar_30, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Tragedi Kebab MBG di Lombok! 179 Siswa SD Dilarikan ke UGD, Puskesmas Meluap Hingga ke Kantor Camat

Tindak Tegas Internal: Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Selain faktor eksternal, Sudaryono membeberkan bahwa gelombang keluhan di media sosial juga dipicu oleh reaksi internal jajaran BGN yang terkena tindakan penertiban disiplin.

Ia mengaku tidak ragu menindak tegas jajarannya demi menegakkan standar operasional. Bahkan, pihaknya telah mengambil langkah radikal dengan menonaktifkan ribuan unit penyedia makanan yang tidak memenuhi kualifikasi.

"Saya baru tutup hampir 2.000 dapur kemarin. Pasukan saya sendiri berkeluh kesah di sosmed dan menambah sentimen negatif. Tapi saya tidak peduli, karena disiplin memang harus ditegakkan," tegasnya.

Ancam Sanksi PPPK Kepala Dapur Jika Terjadi Kasus Keracunan

Guna memperketat pengawasan mutu pangan, BGN menyiapkan sanksi berat bagi jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sudaryono menginstruksikan agar kepala dapur atau kepala SPPG yang lalai hingga memicu insiden keracunan makanan langsung dicoret dari perpanjangan kontrak kerja.

"Semua kepala SPPG atau kepala dapur yang menyebabkan keracunan, tidak boleh diperpanjang status PPPK-nya," tegas Sudaryono.

Meski diterpa komplain dari berbagai lini—mulai dari oknum internal hingga para supplier—Sudaryono memastikan BGN tidak akan surut langkah dan siap menuntaskan pembenahan program MBG dalam waktu singkat. (dam)

Editor : Damianus Bram
kepala bgn sudaryono Makan Bergizi Gratis BGN Mbg