Sosok Wili Mbuik, Lulusan Terbaik Undana Asal Rote yang Gugur Ditembak KKB di Papua: Tinggalkan Pesan Haru

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:46 WIB
Sosok Wili Mbuik.
Sosok Wili Mbuik.

SOLOBALAPAN, WAMENA — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Wili Mbuik (25), Aparatur Sipil Negara (ASN) muda yang baru saja memulai pengabdiannya di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, per Jumat (11/9/2026).

Pemuda berprestasi asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut tewas setelah menjadi korban aksi penembakan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sore.

Tragedi kemanusiaan ini memicu kepedihan mendalam dan kemarahan publik setelah terungkap fakta bahwa para pelaku dengan keji merampas telepon genggam korban dan melakukan panggilan video (video call) ke pihak keluarga korban di kampung halaman.

Gugur Bersama Dua Rekan Kerja Saat Menjalankan Tugas Kedinasan

Peristiwa penembakan maut tersebut bermula ketika Wili Mbuik bersama dua orang rekan sesama pegawai pemerintah daerah, yakni Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Mehan (35), tengah melintas di jalur Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Ketiga abdi negara tersebut mendadak dihadang dan dihujani tembakan oleh kelompok bersenjata.

Dalam insiden berdarah itu, Aprida Rapi tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka tembak di bagian perut. Rekannya, Alfonsius Albinus Mehan, juga gugur di tempat dengan luka tembakan di bagian belakang kepala dan tangan kiri.

Wili Mbuik yang menderita luka tembak parah di pinggang kanan sempat dievakuasi aparat menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena untuk mendapatkan penanganan darurat. Namun, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi keji tersebut diduga kuat didalangi oleh kelompok bersenjata yang berasal dari wilayah Nduga.

Pernyataan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz (Kombes Yusuf Sutejo): "Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian secara presisi, mengidentifikasi seluruh pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku."

Pelaku Rampas Ponsel Korban dan Hubungi Keluarga di Rote Ndao

Kekejaman para pelaku penyerangan tidak berhenti di lokasi penyergapan. Tante kandung Wili, Selfi Mbuik, membeberkan fakta memilukan bahwa sesaat setelah menembak mati keponakannya, gerombolan penyerang merampas ponsel pintar milik almarhum.

Para pelaku kemudian membuka kontak WhatsApp keluarga dan melakukan panggilan video ke kakak kandung Wili, Minto Mbuik, yang berada di Rote Ndao.

Percakapan sempat berlangsung karena Minto sebelumnya juga pernah merantau dan bekerja di Papua.

Dengan penuh rasa sedih bercampur geram, Minto mempertanyakan nurani para pelaku yang tega menghabisi adiknya yang merupakan warga sipil tanpa dosa.

Kesaksian Tante Korban (Selfi Mbuik): "Setelah mereka tembak anak kami sampai meninggal, mereka ambil HP-nya. Mereka buka WhatsApp dan telepon keluarga di Rote.

 Kakak Wili, Minto, sempat bicara dan tanya: 'Kenapa kamu tega bunuh orang tidak bersalah? Kasihan, kamu tega sekali tembak orang yang tidak tahu apa-apa'. Kelompok itu sempat beberapa kali menelepon pada Kamis siang."

Sosok Lulusan Terbaik Undana dan Pesan Haru "Seporsi Berkat untuk Bapak"

Kepergian Wili meninggalkan luka batin yang teramat dalam bagi sang ayah dan sanak saudaranya. Pemuda kelahiran 29 November 2001 tersebut merupakan anak bungsu dari lima bersaudara dan telah kehilangan sang ibu kandung yang lebih dulu wafat.

Semasa menempuh pendidikan di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Wili dikenal cerdas hingga dinobatkan sebagai lulusan terbaik di jurusannya.

Sepupu korban, Osa Mbuik, menceritakan bahwa Wili pertama kali merantau ke Jayawijaya untuk membantu merawat anak dari sang kakak.

Di sela baktinya kepada keluarga, Wili memanfaatkan kesempatan dengan mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Jayawijaya formasi 2024 yang diikutinya pada 2026.

Surat Keputusan (SK) pengangkatan Wili baru saja terbit pada Juli 2026 lalu dan ditempatkan di Dinas Pertanian.

Kenangan manis terakhir yang terekam adalah saat Wili membagikan kabar kelulusan tes CPNS lewat panggilan video ke ayahnya pada 24 Juli 2026. Momen itu diabadikan Wili di akun TikTok pribadinya dengan takarir penuh bakti: "Seporsi Berkat untuk Bapakku Sayang".

Kini, jenazah pemuda berprestasi tersebut telah diberangkatkan dari Wamena menuju Kupang untuk dimakamkan secara terhormat di tanah kelahirannya di Kabupaten Rote Ndao.

Tabel Pemetaan Fakta Insiden Penembakan ASN di Distrik Muliama

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai profil korban, kronologi kejadian, teror panggilan video, serta tindak lanjut aparat secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Kejadian
Identitas Korban Utama Wili Mbuik (Usia 25 tahun, lahir 29 November 2001)
Asal Kampung Halaman Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Riwayat Pendidikan Lulusan Terbaik Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Undana Kupang
Status Jabatan CPNS / ASN Dinas Pertanian Pemkab Jayawijaya
Masa Pengabdian Baru bertugas sekitar 2 bulan (SK terbit sekitar Juli 2026)
Waktu & Lokasi Tragedi Rabu, 9 September 2026 di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan
Identitas Korban Lain Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Mehan (35) (Keduanya tewas di TKP)
Luka Fatal Korban Proyektil tembakan di pinggang kanan (Gugur di RSUD Wamena)
Dugaan Pihak Pelaku Diduga komplotan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) asal wilayah Nduga
Aksi Teror Pelaku Merampas HP korban dan melakukan video call ke kakak korban di Rote
Saksi Keluarga Selfi Mbuik (tante kandung) dan Osa Mbuik (sepupu)
Kenangan Terakhir Unggahan TikTok kelulusan CPNS bertajuk "Seporsi Berkat untuk Bapakku Sayang"
Proses Pemakaman Jenazah diterbangkan via Kupang menuju peristirahatan terakhir di Rote Ndao

Gugurnya Wili Mbuik bersama dua rekannya menjadi potret pilu pengorbanan aparatur sipil negara di garis terdepan pelosok negeri, menuntut tindakan tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku demi menjamin keamanan warga sipil di tanah Papua.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Wili Mbuik Undana Rote kkb papua