Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini! Getaran Terekam 17 Detik, PVMBG Tetapkan Radius Bahaya 3 KM

Damianus Bram • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:49 WIB
Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)
Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)

 

SOLOBALAPAN.COM — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Kabupaten Lampung Selatan, Selat Sunda, masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Gunung api aktif tersebut kembali mencatatkan erupsi susulan pada Kamis (10/9/2026) pagi pukul 09.10 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem laporan MAGMA ESDM mengonfirmasi bahwa getaran letusan tersebut terekam kuat di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 47 mm dan durasi letusan berlangsung selama 17 detik.

Secara visual, puncak gunung yang memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut tidak teramati secara jelas lantaran terselimuti kabut tebal pada skala 0–III. Asap kawah utama juga tertutup oleh pandangan dari pos pengamatan.

Saat letusan terjadi, kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung terpantau cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar antara 25,8°C hingga 29,7°C, kelembapan udara 69–82 persen, serta pergerakan angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut.

Catatan Kegempaan Masih Didominasi Gempa Vulkanik

Selain satu kali gempa letusan utama, jajaran instrumen seismik PVMBG turut mencatat rangkaian rentetan kegempaan yang mengindikasikan pergerakan magma di dalam tubuh Gunung Anak Krakatau.

Rincian aktivitas kegempaan yang terekam pada periode pengamatan yang sama antara lain:

Baca Juga: Pulau Jawa Nyaris Gelap 2 Hari? Peneliti BRIN Ungkap Fakta Sebaran Abu Erupsi Anak Krakatau

Zona Bahaya dan Rekomendasi Resmi PVMBG

Mempertimbangkan aktivitas vulkanik yang masih terus berfluktuasi serta dinamis, pihak MAGMA ESDM mempertegas imbauan keselamatan bagi masyarakat lokal, nelayan, maupun wisatawan yang beroperasi di wilayah perairan Lampung Selatan dan Selat Sunda.

Masyarakat dilarang keras mendekat atau melakukan aktivitas dalam radius aman 3 kilometer (km) dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau guna mengantisipasi lontaran material pijar maupun potensi bahaya erupsi susulan. (dam)

Editor : Damianus Bram
Gunung Anak Krakatau Gunung Api anak krakatau erupsi