Terhalang Abu Vulkanik, Pembicara dari Thailand Tampil Daring di Konferensi Internasional FISIP UNS

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:40 WIB
Pembicara asal Thailand batal hadir fisik dan tampil daring di ICOSAPS 2026 FISIP UNS Solo akibat abu vulkanik. (Dokumentasi ICOSAPS 2026)
Pembicara asal Thailand batal hadir fisik dan tampil daring di ICOSAPS 2026 FISIP UNS Solo akibat abu vulkanik. (Dokumentasi ICOSAPS 2026)

SOLOBALAPAN.COM — Satu dari lima pembicara kunci konferensi internasional yang digelar FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) di Kota Solo batal hadir langsung. Arno T. Immelman, M.Sc. dari Prince of Songkla University, Thailand, semula dijadwalkan datang ke UNS Tower, namun urung karena gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik di wilayah Indonesia. Ia akhirnya tampil secara daring.

Immelman menjadi pembicara pada The 9th International Conference on Social and Political Sciences (ICOSAPS) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS pada 9–10 September 2026 di UNS Tower, Jebres. Dua pembicara lain, Prof. Paul Fawcett, Ph.D. dari ANZSOG Australia dan Farzana Nayani dari University of California, Los Angeles, juga mengikuti secara daring. Sementara Ts. Dr. Latifah binti Abd Latib dari Universiti Putra Malaysia dan Prof. Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si. dari UNS hadir langsung.

Baca Juga: Latihan Perdana Persis Solo di Lapangan UNS, Tim Medis Sisir Pemain dengan Riwayat Cedera

Konferensi dwitahunan ini diikuti lebih dari 100 pemakalah dan peserta dari hampir 20 institusi. Selain Indonesia, peserta datang dari Malaysia, Zimbabwe, Timor-Leste, Tanzania,  sierra leone (Afrika Barat), Filipina dan Sri Lanka. Temanya, "Negotiating Changes: Society, Policy, and Global Engagement for Sustainable Future".

Pada tanggal 9 September 2026, konferensi dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., mewakili Rektor UNS Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si.

ICOSAPS 2026 juga menggandeng tiga (3) kampus sebagai co-host yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), dan Telkom University.

Baca Juga: Ketua Satgas PPKS UNS: Korban Kekerasan Harus Dilindungi, Bukan Dibiarkan Diteror

Pada sesi siang digelar tiga workshop Social Network Analysis, NVivo untuk penelitian kualitatif, dan Policy Brief. Ketiganya terbatas bagi peserta yang telah mendaftar.

Hari kedua, Kamis (10/9), akan berlangsung sepenuhnya daring. Lebih dari 100 makalah dipresentasikan dalam tujuh (7) ruang paralel, mencakup tema tata kelola pemerintahan, komunikasi politik dan media digital, budaya dan identitas, kesehatan dan inklusi sosial, keberlanjutan, politik global, hingga ekonomi politik dan ketenagakerjaan.

Ketua Panitia ICOSAPS 2026, Dr. Asal Wahyuni Erlin Mulyadi, S.Sos., MPA, dalam laporannya menyatakan persoalan sosial dan politik hari ini tidak lagi dapat dipahami secara terpisah satu sama lain. Isu lingkungan terkait dengan kebijakan, kebijakan terkait dengan politik, politik terkait dengan masyarakat, dan masyarakat kian dibentuk oleh teknologi.

"Perubahan yang bermakna tidak lahir dari mereka yang hanya mengamati dari kejauhan, melainkan dari mereka yang bersedia hadir dan bernegosiasi di ruang tempat gagasan bertemu." katanya.

Makalah terpilih berpeluang terbit di prosiding internasional Atlantis Press dan jurnal internasional dan nasional bereputasi, serta book chapter ber-ISBN. Rangkaian acara ditutup dengan pengumuman Best Presenter dan Best Paper.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Triana Rahmawati Humas ICOSAPS 2026
Konferensi Internasional ICOSAPS daring uns