Tak Cuma Anak Krakatau, 5 Gunung Api di Indonesia Ini Berstatus Level III Siaga Erupsi, Cek Zona Merahnya

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:25 WIB
Gunung Semeru Erupsi.
Gunung Semeru Erupsi.

SOLOBALAPAN, BANDUNG — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menetapkan lima gunung api aktif di berbagai wilayah Indonesia berada pada tingkat aktivitas Level III (Siaga) per Senin (7/9/2026).

Penetapan status siaga ini didasarkan pada hasil pemantauan komprehensif secara visual maupun instrumental melalui sistem mitigasi bencana MAGMA Indonesia, yang mencatat adanya peningkatan gempa vulkanik signifikan serta erupsi berkala.

Seiring dinamika tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat, wisatawan, dan otoritas kebencanaan daerah untuk mematuhi radius steril sektoral yang telah ditentukan guna mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar, awan panas guguran, hingga sebaran abu vulkanik lebat.

Baca Juga: Rilis Resmi BNPB: Ini 3 Daerah Paling Parah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau!

Pemetaan Tingkat Aktivitas Vulkanik Nasional

Berdasarkan klasifikasi vulkanologi di Indonesia, tingkat aktivitas gunung api terbagi ke dalam empat tingkatan: Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), dan Level IV (Awas).

Dalam pemutakhiran data per September 2026:

Kelima gunung api yang kini menyandang status Siaga (Level III) tersebut tersebar di lintas pulau, yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah–D.I. Yogyakarta, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dinamika Jalur Barat dan Jawa: Anak Krakatau, Semeru, dan Merapi

Di kawasan Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan aktivitas eksplosif berupa letusan menerus dengan fenomena semburan lava pijar (lava fountain) serta rentetan gempa tremor beramplitudo tinggi sejak Jumat (4/9/2026) hingga akhir pekan.

Sebaran debu vulkaniknya bahkan sempat terdeteksi meluas hingga menjangkau kawasan Banten, Lampung, Jakarta, Bogor, dan Depok. PVMBG secara ketat melarang nelayan serta wisatawan mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Sementara itu, Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali meletus pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.51 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan kolom abu kelabu tebal membubung setinggi ±1.000 meter di atas puncak Mahameru (±4.676 mdpl) mengarah ke timur.

 Sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dinyatakan tertutup total untuk segala aktivitas warga.

Adapun Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta terus mengalami pelepasan energi endogen secara konstan. Dalam catatan seismik setengah hari pada Minggu (6/9/2026), pos pengamatan merekam 29 kali gempa guguran, 9 kali gempa fase banyak (hybrid), 2 kali gempa vulkanik dangkal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Zona potensi bahaya Merapi ditetapkan pada radius 3 kilometer untuk lontaran material letusan, serta ancaman guguran lava dan awan panas hingga jarak 7 kilometer di alur sungai sektor barat daya.

Eskalasi Sinabung dan Dentuman Lewotobi Laki-laki

Di Pulau Sumatera, status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo bertahan di Level III setelah erupsi eksplosif memuntahkan kolom abu tebal ribuan meter. Dampak letusan ini memaksa sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah bertahan di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Sebanyak 202 personel gabungan disiagakan di posko darurat.

Pernyataan Karo Penmas Divhumas Polri (Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko): "Meskipun intensitas asap kawah terpantau menurun di kisaran 50 hingga 300 meter, status Gunung Sinabung masih berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan di lapangan demi keselamatan warga."

Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur sempat melontarkan kolom abu pekat setinggi 2.500 meter di atas puncak (4.084 mdpl) ke arah barat daya dan barat.

 Letusan berdurasi 2 menit 5 detik dengan amplitudo 47,3 mm tersebut disertai suara dentuman keras yang menggetarkan rumah dan memicu kepanikan warga di perbatasan Kecamatan Wulanggitang (Flores Timur) dan Kecamatan Talibura (Sikka). Otoritas menetapkan jarak aman mutlak sejauh 5 kilometer serta mengingatkan ancaman banjir lahar hujan di bantaran sungai hilir.

Tabel Pemetaan Status dan Radius Bahaya 5 Gunung Api Level III (Siaga)

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai lokasi administratif, catatan aktivitas letusan terkini, serta radius zona bahaya secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Nama Gunung Api Wilayah Administratif Karakteristik Aktivitas Terkini Rekomendasi Radius / Zona Bahaya
Gunung Anak Krakatau Selat Sunda (Banten / Lampung) Erupsi menerus, semburan lava fountain, abu terbawa angin hingga Jabodetabek Radius 3 Km dari pusat kawah aktif (steril bagi nelayan & warga)
Gunung Semeru Lumajang & Malang, Jawa Timur Kolom abu letusan setinggi ±1.000 m di atas puncak (4.676 mdpl) condong ke timur Radius 5 Km dari kawah aktif & 13 Km sepanjang Besuk Kobokan
Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumatera Utara Erupsi eksplosif, kepulan asap kawah 50–300 m, 374 jiwa mengungsi di Suka Tepu Radius 3 Km radial & perluasan sektoral 6 Km arah Selatan-Tenggara
Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Timur, Nusa Tenggara Timur Letusan abu 2.500 m (amplitudo 47,3 mm) disertai dentuman keras, ancaman lahar Radius 5 Km dari pusat erupsi; waspada aliran lahar hujan
Gunung Merapi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta 29 kali gempa guguran, 9 gempa fase banyak, dan 2 kali gempa vulkanik dangkal Radius 3 Km dari puncak & hingga 7 Km alur sungai sektor Barat Daya

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tidak terpancing oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta terus memantau pembaruan data teknis secara berkala melalui pos pengamatan gunung api terdekat atau aplikasi resmi MAGMA Indonesia di portal magma.esdm.go.id.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Gunung Api anak krakatau erupsi zona merah