SOLOBALAPAN, TANA TORAJA — Jagat media sosial dihebohkan oleh sikap arogan seorang perwakilan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1, Louice Cristiana Mangotan (Lusi), saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Kabupaten Tana Toraja pada Jumat (4/9/2026) yang rekaman videonya viral per Senin (7/9/2026).
Alih-alih menyampaikan permohonan maaf atau evaluasi higienitas katering, wanita yang memimpin yayasan penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut justru meluapkan emosi sambil menepuk meja ruang sidang dan menyalahkan para siswa korban keracunan massal karena tetap menyantap paket makanan yang terindikasi telah berbau busuk.
Gestur Menepuk Meja dan Menyalahkan Korban di Ruang Sidang Paripurna
Dalam potongan video yang diunggah oleh akun Instagram @undercover.id, Lusi tampak berbicara dengan nada tinggi di hadapan anggota dewan serta jajaran dinas terkait.
Ia menyoroti laporan awal yang menyebutkan bahwa sejumlah siswa sejatinya telah mencium aroma tak sedap saat kemasan makanan MBG dibuka.
Namun, logika pembelaan yang disampaikan Lusi justru memantik kemarahan publik luas karena membebankan tanggung jawab kelayakan konsumsi kepada anak-anak sekolah dasar yang menjadi korban.
Pernyataan Kontroversial Louice Cristiana Mangotan: "Ada berbagai informasi yang katanya mau makan sudah bau busuk. Kalau tahu sudah bau, kenapa tetap dimakan, tabe?" ucapnya sembari menepuk meja ruang sidang paripurna DPRD Tana Toraja.
Pernyataan bernada defensif tersebut langsung menuai kecaman pedas dari warganet. Publik menilai bahwa pihak penyedia makanan wajib menjamin mutu dan keamanan pangan sebelum didistribusikan ke sekolah, bukan menuntut anak-anak untuk mendeteksi bahaya mikrobiologis pada menu yang mereka terima.
Dampak Keracunan Massal: 165 Korban Dilarikan ke Tiga Rumah Sakit
RDP yang diselenggarakan oleh DPRD Tana Toraja tersebut merupakan buntut dari insiden keracunan pangan berskala besar yang menimpa dunia pendidikan setempat. Berdasarkan data rekapitulasi penanganan medis, jumlah korban terdampak diperkirakan mencapai antara 156 hingga 165 orang, yang terdiri dari siswa dan sejumlah guru pengajar.
Para korban dilaporkan mengalami gejala intoksikasi pencernaan akut secara serempak, seperti mual hebat, pusing, hingga muntah berulang-ulang pascamenyantap menu MBG. Tingginya jumlah korban membuat fasilitas kesehatan kewalahan, sehingga para pasien harus dievakuasi dan disebar ke tiga fasilitas rumah sakit rujukan di Tana Toraja:
-
RSUD Lakipadada
-
Rumah Sakit Sinar Kasih
-
Rumah Sakit Fatima
Rekam Jejak Yayasan: Pernah Masuk Daftar Pembekuan Izin oleh BGN
Penelusuran latar belakang mengungkap bahwa Louice Cristiana Mangotan merupakan Ketua Yayasan Magnolia Champaca Virginiana, entitas resmi yang mengelola dapur operasional SPPG Makale Batupapan 1.
Nama yayasan ini rupanya memiliki catatan evaluasi yang cukup krusial dari otoritas pengawas program pusat. Pada April 2026 lalu, SPPG Makale Batupapan yang dikelola yayasan milik Lusi masuk ke dalam daftar 136 dapur MBG di Sulawesi Selatan yang operasionalnya sempat dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian operasional kala itu dilakukan karena pihak pengelola belum mampu memenuhi kelengkapan regulasi sanitasi mendasar, khususnya kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Munculnya insiden keracunan massal pada September 2026 ini kembali menegaskan adanya celah pengawasan yang serius dalam standardisasi mutu dapur penyedia.
Tabel Pemetaan Fakta Kontroversi Louice Cristiana Mangotan & Kasus Keracunan MBG
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai identitas figur, lembaga pelaksana, rincian polemik persidangan, catatan sanksi BGN, serta skala dampak korban secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Kejadian |
| Tokoh Tersorot | Louice Cristiana Mangotan (Akrab disapa Lusi) |
| Jabatan / Lembaga | Ketua Yayasan Magnolia Champaca Virginiana |
| Unit Pengelola Katering | SPPG Makale Batupapan 1, Tana Toraja |
| Agenda Forum Rapat | Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi DPRD Tana Toraja (Jumat, 4/9/2026) |
| Substansi Pernyataan Viral | Mempertanyakan mengapa siswa tetap memakan menu yang sudah tercium bau busuk |
| Gestur yang Dikritik | Berbicara dengan nada tinggi dan menepuk meja ruang sidang dewan |
| Dampak Korban Keracunan | Sekitar 156 hingga 165 siswa dan guru mengalami gejala mual serta muntah |
| Fasilitas Rujukan Medis | Dievakuasi ke RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima |
| Rekam Jejak Evaluasi Dapur | Sempat dihentikan BGN pada April 2026 terkait standar izin SLHS dan IPAL |
| Respons Publik di Medsos | Banjir kecaman atas sikap nir-empati dan pelepasan tanggung jawab mutu pangan |
Polemik pernyataan Louice Cristiana Mangotan di ruang parlemen Tana Toraja ini menjadi sorotan krusial mengenai urgensi audit kelayakan berkala terhadap seluruh mitra katering MBG, demi menjamin bahwa perlindungan kesehatan dan keselamatan siswa sekolah dasar tidak terabaikan oleh kelalaian operasional.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo