SOLOBALAPAN.COM — Maraknya insiden keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meradang.
Pihaknya melayangkan teguran keras dan menyemprot jajaran kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah yang nekat memanipulasi Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama terkait transparansi penempelan label waktu pada ompreng makanan.
Sudaryono membongkar praktik tidak jujur yang dilakukan oknum kepala SPPG. Menurutnya, ada pengelola dapur yang hanya menempelkan label pada satu ompreng demi mengelabui sistem pemantauan BGN, sementara ribuan ompreng lainnya didistribusikan tanpa label kebersihan yang sah.
“Saya melihat mohon maaf kesadaran Anda dalam bekerja ini nggak ada. Dapurnya jelek sekali, SOP-nya nggak bagus, naruh-naruhnya di lantai. Terus kemudian dia bohongin saya. Saya suruh pasang label, ternyata satu sekolah cuma satu label. Dilabeli jam 10 tapi diantar jam 12. Itu kan bohongin kita semua,” ujar Sudaryono lewat unggahan video di akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Senin (8/9/2026).
Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, BGN Resmikan Penghentian Sementara Program MBG!
BGN Tegaskan Pengelola Dapur Adalah Ujung Tombak
Sudaryono menegaskan bahwa jajaran SPPG serta petugas BGN di tingkat kecamatan hingga provinsi merupakan ujung tombak dan kepanjangan tangan BGN pusat dalam menyukseskan program prioritas tersebut.
Oleh karena itu, ia menyayangkan munculnya mentalitas manipulatif di kalangan petugas daerah yang mempertaruhkan kesehatan jutaan anak penerima manfaat.
“Sebetulnya aneh kalau misalnya pegawai kita yang ada di dapur-dapur, kecamatan, kabupaten, dan provinsi ini kemudian jadi tidak jujur sama kita. Itu maksudnya apa ya? Kok Anda membohongi saya, membohongi kita? Ini Anda kerja untuk siapa sebetulnya?” tegasnya gusar.
Kedisiplinan SOP Jadi Kunci Keselamatan Penerima Manfaat
BGN menekankan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan terhadap SOP memasak serta distribusi tidak bisa ditawar lagi.
Apabila seluruh kepala dapur dan petugas SPPG menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, pengawasan darurat tidak perlu sampai menyita waktu hingga tengah malam.
“Kalau seluruh kepala dapur taat SOP, bertanggung jawab, hadir di setiap proses memasak di dapur, dan disiplin, udah nggak perlu yang namanya evaluasi Zoom tiap tengah malam. Kenapa menjadi perlu? Karena Anda tidak disiplin dan membohongi kami,” pangkas Sudaryono. (dam)
Editor : Damianus BramSumber : Instagram @sudaru_sudaryono