SOLOBALAPAN, JAKARTA — Potongan video viral yang memperlihatkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memainkan pulpen saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (4/9/2026) terus memantik diskursus luas, yang kini turut disorot oleh psikolog kenamaan Lita Gading per Minggu (6/9/2026).
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Lita menganalisis gestur jemari Seskab Teddy memutar pulpen serta membandingkannya dengan momen Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sempat tertangkap kamera memainkan karet gelang saat berdialog dengan warga sebagai bentuk perilaku fidgeting.
Dari sudut pandang psikologis, respons fisik berulang tanpa sadar tersebut lazim terjadi sebagai mekanisme biologis otak dalam mereduksi ketegangan, menstabilkan konsentrasi, maupun meredam rasa cemas.
Kacamata Psikologis: Mekanisme Fidgeting dan Stimulasi Otak Menjaga Fokus
Melalui akun Instagram resminya @lita.gading pada Sabtu (5/9/2026), Lita Gading membedah bahwa gerakan memutar pulpen atau memainkan benda kecil di sekitar bukanlah tindakan yang sepenuhnya bermotif kesengajaan.
Dalam literatur psikologi modern, kebiasaan tersebut diidentifikasi sebagai fidgeting, yakni reflek motorik halus yang muncul secara spontan ketika seseorang mengalami kebosanan, tekanan psikologis, penurunan atensi, atau justru sedang berusaha keras mempertahankan daya fokus.
Baca Juga: Video Viral Seskab Teddy Mainkan Pulpen di Depan Vladimir Putin Jadi Sorotan, Ini Duduk Perkaranya
Secara fisiologis, situasi formal tingkat tinggi yang sarat ketegangan memicu tubuh memproduksi hormon kortisol dan adrenalin. Lonjakan hormon stres ini secara alami mengakumulasi ketegangan pada otot, sehingga otak secara otomatis mencari katup pelepasan melalui stimulasi motorik kecil agar tetap terjaga dan waspada.
Analisis Psikologis Lita Gading: "Dalam dunia psikologi, kebiasaan memainkan pulpen atau benda tertentu termasuk dalam perilaku yang disebut fidgeting. Gerakan tubuh tanpa sadar akibat rasa bosan, cemas, atau kurang fokus.
Otak manusia membutuhkan stimulasi untuk tetap fokus, dan gerakan kecil seperti memutar pulpen bisa mengaktifkan otak untuk tetap menaruh perhatian. Saat merasa tertekan, tubuh mengeluarkan kortisol dan adrenalin yang membuat otot tegang, lalu ketegangan itu dialihkan dengan menggerakkan apa pun di sekitar kita, termasuk untuk mengusir kebosanan atau kendala bahasa agar konsentrasi tetap terjaga."
Perbandingan Gestur Pejabat dan Imbauan Kontrol Bahasa Tubuh
Selain mengulas aksi Seskab Teddy di Moskow, Lita Gading turut menyandingkannya dengan kebiasaan nonverbal figur publik lain, seperti momen Wapres Gibran Rakabuming Raka yang pernah terekam memainkan karet gelang ketika tengah berinteraksi di tengah masyarakat.
Kendati keduanya menunjukkan dinamika psikologis serupa dalam menyalurkan energi berlebih, Lita menggarisbawahi pentingnya kesadaran protokoler bagi para pengemban jabatan strategis.
Tanpa bermaksud menghakimi aspek sopan santun dari sudut pandang etika pergaulan diplomatik, Lita menyarankan agar para pejabat tinggi negara lebih disiplin mengendalikan bahasa tubuh (body language) saat berada dalam agenda resmi kenegaraan. Hal ini penting mengingat di era keterbukaan informasi visual saat ini, setiap gestur terkecil di depan lensa kamera sangat rentan ditafsirkan secara multitafsir oleh publik internasional maupun domestik.
Tabel Pemetaan Fakta Analisis Psikologi Gestur Seskab Teddy Indra Wijaya
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai konteks kejadian, tinjauan ilmiah perilaku fidgeting, perbandingan figur publik, serta imbauan komunikasi nonverbal secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Analisis Psikologis |
| Tokoh Tersorot | Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet RI) |
| Tokoh Komparasi | Gibran Rakabuming Raka (Terekam memainkan karet saat bertemu warga) |
| Pihak Analis | Dr. Lita Gading (Psikolog) via akun Instagram @lita.gading |
| Momen Video Viral | Memutar pulpen saat Presiden Vladimir Putin berpidato (Kamis, 4/9/2026) |
| Istilah Klinis / Perilaku | Fidgeting (Gerakan fisik repetitif kecil yang muncul tanpa disadari) |
| Pemicu Utama Fisiologis | Pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang memicu ketegangan otot |
| Fungsi Mekanisme Otak | Stimulasi sensorik untuk mengusir kejenuhan, menenangkan diri, dan menjaga fokus |
| Potensi Faktor Lapangan | Durasi agenda yang panjang, kelelahan, maupun kendala adaptasi bahasa asing |
| Rekomendasi Profesional | Pejabat tinggi diimbau melatih kontrol emosi dan bahasa tubuh di forum formal |
Tinjauan ilmiah dari pakar psikologi ini memberikan perspektif yang lebih proporsional bagi publik dalam membaca bahasa tubuh pejabat negara, sekaligus menegaskan pentingnya penguasaan komunikasi nonverbal yang matang dalam setiap perhelatan diplomasi tingkat tinggi.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo