SOLOBALAPAN.COM — Jumlah korban dugaan keracunan makanan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta 19 sekolah di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus membengkak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat angka akumulasi korban kini telah menyentuh 748 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis intensif di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
"Update korban keracunan makanan Ponpes Manbaul Hikam yang merasakan keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasyankes, total ada 748 pasien," ujar dr. Lakhsmie, Jumat (4/9/2026).
Rinciannya, sebanyak 735 orang saat ini sudah dinyatakan berstatus rawat jalan (KRS), sementara 13 santri lainnya masih harus menjalani rawat inap (opname) di rumah sakit karena kondisinya belum pulih sepenuhnya.
Baca Juga: Penanganan Darurat Keracunan MBG Sidoarjo: Pemkab Siagakan 3 Rumah Sakit dan Evaluasi SPPG
Kronologi Pemicu Keracunan Massal
Tragedi ini bermula saat ratusan santri dan siswa mengonsumsi hidangan MBG yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.
Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel.
Beberapa saat usai menyantap makanan tersebut, para siswa mendadak mengeluhkan gejala mual hebat, muntah-muntah, hingga pusing mendadak yang memicu kepanikan massal.
Fenomena keracunan MBG ini nyatanya tak hanya melanda Sidoarjo. Beberapa daerah lain di Jawa Timur seperti Kabupaten Nganjuk dan Jombang dilaporkan juga mengalami insiden serupa.
Maraknya kasus ini memicu desakan publik yang kian masif kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh—mulai dari standar higiene pengolahan, pemilihan menu, hingga pengetatan batas waktu konsumsi makanan dalam ompreng.
Disorot Media Internasional Inggris dan AS
Skandal keracunan massal dalam program unggulan era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini mendadak menyita perhatian mancanegara.
Sejumlah media berita ternama dunia, seperti Daily Mail di Inggris hingga The New York Times di Amerika Serikat, turut menyoroti serta menurunkan laporan khusus mengenai rentetan kasus keracunan yang menimpa ratusan santri dan pelajar di Indonesia. (dam)
Editor : Damianus Bram