SOLOBALAPAN, REMBANG — Kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menggegerkan dunia pendidikan, kali ini menimpa sebanyak 777 siswa SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Kamis (3/9/2026).
Ratusan pelajar tersebut mengalami gejala gangguan pencernaan akut seperti mual hebat, muntah-muntah, hingga diare usai mengonsumsi paket makanan MBG yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026) siang.
Akibat eskalasi jumlah murid yang terdampak begitu masif hingga fasilitas toilet sekolah tidak mampu lagi menampung, pihak pengelola sekolah terpaksa mengambil kebijakan darurat dengan memulangkan seluruh siswa lebih awal dari jadwal pembelajaran normal.
Gejala Memburuk Pagi Hari dan Toilet Sekolah yang Kewalahan
Kabar mengenai musibah keracunan skala besar ini mencuat ke ruang publik setelah diunggah oleh akun media sosial X @Jateng_Twit pada Kamis pagi. Berdasarkan laporan yang beredar, para siswa sejatinya mulai merasakan keluhan perut melilit sejak Rabu malam pascadistribusi makanan.
Namun, sebagian besar murid mengira keluhan tersebut hanya gangguan pencernaan ringan biasa sehingga tetap memutuskan masuk sekolah pada Kamis pagi.
Kondisi kesehatan ratusan siswa justru memburuk secara bersamaan saat kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung di dalam kelas. Situasi darurat tak terhindarkan ketika sarana toilet sekolah penuh sesak oleh siswa yang mengantre menahan diare dan muntah, memicu keputusan sekolah untuk membubarkan aktivitas belajar sekitar pukul 08.30 WIB.
Keterangan Unggahan Akun X (@Jateng_Twit): "777 Siswa di Lasem, Rembang diduga KERACUNAN MBG. Dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) dialami para pelajar SMA N 1 Lasem. Mereka harus dipulangkan lebih awal pada hari Kamis (03 September 2026) sekira pukul 08.30 WIB, karena toilet sekolah tak mampu menampung banyaknya siswa yang alami gejala diare, perut mual dan muntah-muntah."
Rincian Paket Menu Makanan Olahan Dapur SPPG Soditan
Berdasarkan data penelusuran awal pihak sekolah, paket makanan yang diduga menjadi sumber kontaminasi tersebut dipasok oleh unit penyedia dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan.
Sajian tersebut diterima oleh pihak sekolah dan mulai disantap bersama oleh para siswa pada jam istirahat makan siang, sekitar pukul 12.00 WIB pada Rabu (2/9/2026).
Adapun variasi menu lengkap yang disajikan kepada 777 siswa tersebut meliputi:
-
Nasi putih
-
Ayam bakar
-
Sayuran lalapan mentah
-
Tempe mendoan
-
Sambal teri
-
Potongan buah semangka segar
Kombinasi menu yang melibatkan olahan daging ayam bakar, sambal ikan teri, serta sayuran lalapan mentah dan potongan buah segar kini menjadi fokus penelusuran uji sampel laboratorium guna memastikan sumber bakteri atau toksin pemicu keracunan massal tersebut.
Tabel Pemetaan Fakta Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Lasem
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kronologi kejadian, komposisi menu makanan, data korban terdampak, serta langkah darurat sekolah secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Kejadian |
| Lokasi Kejadian | SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah |
| Jumlah Siswa Terdampak | 777 Orang Pelajar |
| Penyedia Makanan | Dapur SPPG Soditan, Rembang |
| Waktu Distribusi & Santap | Rabu, 2 September 2026 (Sekitar pukul 12.00 WIB) |
| Waktu Muncul Gejala | Mulai Rabu malam hingga memburuk pada Kamis, 3 September 2026 pagi |
| Gejala Klinis | Diare massal, mual, muntah-muntah, dan sakit perut |
| Rincian Menu MBG | Nasi, ayam bakar, lalapan, tempe mendoan, sambal teri, buah semangka |
| Tindakan Darurat Sekolah | Siswa dipulangkan lebih cepat (Pukul 08.30 WIB) karena toilet overload |
| Sumber Informasi Publik | Laporan akun media sosial X @Jateng_Twit (Kamis, 3 September 2026) |
| Langkah Lanjutan | Penyelidikan higienitas rantai pasok dan pengujian sampel menu makanan |
Peristiwa keracunan berulang yang menimpa 777 pelajar di Rembang ini kian menambah daftar panjang evaluasi kritis terhadap standardisasi pengawasan higienitas dapur SPPG penyalur program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah, khususnya terkait masa simpan lauk pauk olahan dan kebersihan sayuran mentah sebelum disajikan kepada peserta didik.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo