SOLOBALAPAN, DENPASAR — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Provinsi Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), akhirnya angkat bicara memberikan klarifikasi komprehensif terkait polemik kehadirannya dalam ajang internasional Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand, serta keberadaan seorang prajurit berseragam dinas militer TNI yang mendampinginya pada Kamis (3/9/2026).
Menanggapi gelombang sorotan publik yang mengaitkan kontes tersebut dengan isu komunitas LGBT, Arya menegaskan bahwa kunjungannya murni berkapasitas pribadi sebagai tokoh budaya Bali dan perwakilan lembaga Hindu, tanpa sangkut paut dengan jabatan kedewanan di Senayan.
Di samping itu, legislator asal Pulau Dewata tersebut juga meluruskan bahwa keberadaan personel TNI aktif berseragam dalam rombongannya difungsikan sebagai pengawal pribadi demi alasan keamanan di wilayah luar negeri.
Dalih Misi Budaya, Penghargaan Adat, dan Sikap Menghormati Tuan Rumah
Dalam penjelasannya, Arya Wedakarna menguraikan bahwa seluruh rangkaian agendanya selama tiga hari di Negeri Gajah Putih berfokus pada diplomasi kebudayaan, peluncuran promosi pariwisata ASEAN, pameran, serta kunjungan ke sejumlah situs peribadatan.
Kehadirannya dalam acara tersebut diklaim berlandaskan undangan untuk menerima piagam penghargaan sebagai tokoh budaya Bali yang peduli terhadap pemulihan sektor pariwisata dunia.
Terkait kontes yang santer dikaitkan dengan pergerakan kesetaraan gender dan komunitas LGBT, Arya mengaku tidak mengetahui hal tersebut secara mendalam sebelum hadir dan memilih membatasi diri untuk tidak mencampuri urusan internal penyelenggara demi menjaga etika diplomasi.
Baca Juga: Arya Wedakarna Buka Suara Usai Dikritik Sudutkan Korban Rasisme di Bali, Tegaskan Kasus Sudah Damai
Pernyataan Terbuka Arya Wedakarna: "Saya datang mewakili lembaga Hindu, jadi sebagai tokoh Bali dan tidak ada kaitannya sama jabatan saya di mana pun. Mereka membuat video yang baik untuk promosi Bali mengenai alam dan pantainya, dan saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali, makanya mengenakan pakaian adat. Kami di Bali biasa memberi dan menerima penghargaan dari kalangan mana pun, namanya orang menghargai tentu kita hormati. Mengenai isu itu (LGBT), ada namanya etika. Kita menghormati tuan rumah dan hadir murni mempromosikan video wisata Bali."
Alasan Keberadaan Pengawal Berseragam TNI: Sebut Thailand Rawan Konflik
Selain isu keikutsertaan dalam kontes, foto viral yang memperlihatkan seorang prajurit berseragam dinas Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengiringi Arya di lokasi acara turut memicu tanda tanya besar di kalangan warganet.
Menjawab hal tersebut, Arya menegaskan bahwa figur tersebut merupakan pengawal pribadi (walpri) yang melekat pada dirinya untuk menjamin proteksi fisik selama bertugas.
Arya berdalih bahwa pengawalan keamanan melekat tersebut diperlukan karena dirinya memandang situasi keamanan regional Thailand rawan terhadap dinamika konflik sosial maupun insiden kekerasan.
Penjelasan Arya Wedakarna Soal Pengawalan Militer: "Pengawal pribadi itu mengamankan. Kita tahu Thailand itu suatu wilayah yang agak rawan konflik. Kemarin ada isu penembakan siswa, masalah perundungan, dan kita tahu Thailand dengan Kamboja juga sempat ada tensi perbatasan. Jadi personel tersebut melekat kepada kami dan bertugas untuk mengamankan saja, tidak ada masalah."
Tabel Pemetaan Fakta Klarifikasi Arya Wedakarna di Thailand
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kapasitas kunjungan, perolehan penghargaan, respons atas isu gender, serta klarifikasi pengawalan militer secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Poin Klarifikasi AWK |
| Identitas Figur | Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) |
| Jabatan Publik Asli | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Bali |
| Acara yang Dihadiri | Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand |
| Status Kapasitas Hadir | Bukan Mewakili DPD RI, melainkan sebagai Tokoh Adat Bali & Lembaga Hindu |
| Agenda Utama Kunjungan | Peluncuran video wisata Bali Barat, pameran, serta menerima penghargaan tokoh budaya |
| Atribut Busana Acara | Mengenakan pakaian adat khas Bali saat serah terima penghargaan |
| Sikap Terkait Isu LGBT | Mengaku tidak tahu menahu, mengedepankan etika pariwisata menghormati tuan rumah |
| Sorotan Aparat Berseragam | Kehadiran anggota mengenakan seragam dinas TNI aktif di lokasi acara |
| Fungsi Aparat Tersebut | Dikonfirmasi sebagai pengawal pribadi (walpri) melekat |
| Alasan Pengawalan Ketat | Pertimbangan faktor keamanan (mengklaim Thailand rawan isu kekerasan/konflik batas) |
Klarifikasi terbuka dari Arya Wedakarna ini menjadi penjelas atas dinamika pro-kontra di ruang digital nasional, sekaligus menegaskan dalih sang senator bahwa kepergiannya ke Bangkok membawa misi promosi kebudayaan kendati terus menuai sorotan etika terkait status protokoler dan penggunaan pengamanan militer di mancanegara.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo