SOLOBALAPAN.COM — Angka korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) massal yang menimpa santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami lonjakan drastis.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat total korban terdampak kini menembus angka 664 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmita Herawati, membeberkan bahwa sebagian besar korban telah menunjukkan gejala pemulihan.
Sebanyak 581 santri di antaranya sudah diperbolehkan pulang usai dipastikan membaik oleh tim medis.
Kendati demikian, masih terdapat puluhan santri yang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit serta penanganan di ruang observasi.
"Total 664 pasien, MRS (masuk rumah sakit/rawat inap) 77 pasien, KRS (keluar rumah sakit/rawat jalan) 581 pasien, dan observasi 6 pasien," terang dr. Lakhsmita, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Gempar Keracunan MBG di Sidoarjo! 94 Santri dilarikan ke RS Siti Hajar, 8 Orang di IGD
Kondisi Pasien Rawat Inap Dipastikan Stabil
dr. Lakhsmita menegaskan bahwa kondisi puluhan santri yang masih tertahan di ruang perawatan rumah sakit secara umum dalam keadaan stabil.
Sebab utama para santri tersebut belum diperbolehkan keluar dari rumah sakit adalah demi memastikan pemantauan ketat dari tim medis hingga kondisi fisik mereka benar-benar pulih total dari dampak racun makanan.
"Secara umum kondisi pasien yang masih menjalani perawatan stabil," imbuh dr. Lakhsmita.
Pemkab Sidoarjo Belum Tetapkan Status KLB, Pilih Aktifkan Tim Krisis
Meskipun jumlah korban yang terdampak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini telah melebihi angka 600 orang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo hingga saat ini masih belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Sebagai gantinya, Dinkes Sidoarjo mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan guna memutus rantai dampak dan mempercepat evakuasi medis.
dr. Lakhsmita menjelaskan, skema penanganan darurat ini dibagi menjadi dua fokus utama. Pertama, menyiagakan tim kesehatan langsung di lokasi Ponpes Manbaul Hikam yang dipimpin oleh koordinator lapangan dari Puskesmas setempat.
Kedua, menginstruksikan seluruh jaringan rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk menyiagakan penuh tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta sarana pendukung darurat guna menampung rujukan pasien. (dam)
Editor : Damianus Bram