SOLOBALAPANCOM — Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026) malam guna memenuhi undangan khusus Presiden Vladimir Putin sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum Ke-11.
Kunjungan kenegaraan ini menegaskan kembali arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam membina hubungan strategis dengan berbagai kekuatan ekonomi dunia.
Kehadiran Presiden Prabowo di Vladivostok dipandang penting oleh pihak Kremlin, mengingat posisi Indonesia yang sangat krusial di kawasan Asia-Pasifik, perhimpunan ASEAN, serta sebagai salah satu representasi utama negara-negara berkembang (Global South) dan dunia Muslim.
Baca Juga: Tanggapi Aksi Massa 27 Agustus, Istana: RUU Perampasan Aset Sejalan dengan Aspirasi Presiden Prabowo
Diplomasi langsung ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap kerja sama internasional mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi kepentingan nasional.
Pesawat kepresidenan lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 23.20 WIB, usai Presiden menggelar pertemuan terbatas di Hambalang. Keberangkatan ini dilepas oleh jajaran pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI dan Kapolri.
Dalam lawatan tersebut, Kepala Negara memboyong delegasi ekonomi yang kuat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani. Kehadiran para menteri teknis ini ditujukan untuk memfinalisasi berbagai kesepakatan konkret di sektor investasi, energi, dan perdagangan selama perhelatan forum yang berlangsung hingga 4 September 2026 di Far Eastern Federal University (FEFU).
Baca Juga: Gertak Pengusaha Nakal! Prabowo Minta Kapolda Riau Buka Nama 5 Perusahaan Sawit Terlibat Karhutla
Kehadiran Presiden Prabowo di EEF Ke-11 ini mengulang kesuksesan agenda diplomasinya di Rusia tahun sebelumnya, di mana beliau juga diundang sebagai tamu kehormatan dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa penunjukan berturut-turut ini mencerminkan penghormatan serta kepercayaan tinggi Rusia terhadap posisi tawar diplomasi Indonesia.
Di sela-sela forum utama, Presiden Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral khusus bersama Presiden Vladimir Putin. Pertemuan pimpinan dua negara ini akan memfokuskan pembahasan pada pemulihan rantai pasok energi global, peningkatan volume perdagangan bilateral, serta peluang kerja sama pendidikan tinggi dan teknologi antar kedua negara. (angelyna fransiska meia)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com