Nasib Kepala SPPG Kalitengah Usai Ratusan Santri Manbaul Hikam Keracunan Makanan, Kena Skorsing 30 Hari

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:25 WIB
ejumlah santri Ponpes Manba’ul Hikam menjalani perawatan di RS Siti Hajar Sidoarjo setelah diduga mengalami keracunan menu MBG. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Sejumlah santri Ponpes Manba’ul Hikam menjalani perawatan di RS Siti Hajar Sidoarjo setelah diduga mengalami keracunan menu MBG. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

SOLOBALAPAN, SIDOARJO — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi administratif berat kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Tanggulangin Kalitengah, Jawa Timur, menyusul insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam pada Rabu (2/9/2026).

Tak hanya membekukan operasional (suspend) unit dapur penyedia makanan tersebut selama 30 hari, BGN secara resmi juga mengusulkan pencopotan dan penggantian Kepala SPPG Kalitengah dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban struktural.

Berdasarkan pembaruan data investigasi klinis BGN, eskalasi korban terdampak tercatat melonjak hingga mencapai 512 orang, dengan puluhan santri di antaranya masih menjalani rawat inap intensif di rumah sakit.

Sanksi Suspend Berat 30 Hari dan Usulan Pencopotan Kepala SPPG

Ketegasan sikap otoritas pengawas pangan nasional tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, di Jakarta pada Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Penyebab 551 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan Apa? Ini Rincian Menu MBG dan Penjelasan BGN

Ketut menegaskan bahwa penegakan disiplin dan sanksi operasional diberlakukan secara mutlak guna menjamin keselamatan para penerima manfaat program MBG.

Selain penjatuhan sanksi operasional dan rekomendasi pergantian pimpinan SPPG, Kepala BGN Sudaryono telah menjalin komunikasi langsung dengan jajaran pimpinan daerah serta pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam guna mengawal pemulihan fisik para korban.

Pernyataan Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN (Ketut Sumedana): "Kami suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Tanggulangin Kalitengah.

Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan. Pimpinan BGN bersama kepala daerah dan pihak pesantren telah membuka komunikasi intensif untuk mengutamakan kesembuhan siswa. Kami juga melakukan tindakan internal berupa investigasi bersama dinas kesehatan terkait, dan hasilnya nanti akan diumumkan secara terbuka mengenai apa penyebab keracunan tersebut."

Pembaruan Data Klinis: 512 Korban, 80 Santri Masih Menjalani Rawat Inap

Berdasarkan hasil pemantauan terpadu tim medis di lapangan, total santri yang mengalami gangguan pencernaan akibat makanan tersebut kini terdata mencapai 512 orang. Dari akumulasi angka tersebut, sebagian besar pasien telah menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan medis darurat sejak dini hari.

Tercatat sebanyak 312 santri telah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit, sementara 120 santri lainnya masih dalam tahap observasi ketat. Adapun sekitar 80 santri masih memerlukan perawatan intensif di bangsal rumah sakit di seputar Kabupaten Sidoarjo.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dinas kesehatan setempat terus menyiagakan fasilitas kesehatan rujukan untuk memantau perkembangan fisik seluruh santri hingga pulih menyeluruh.

Investigasi Laboratorium Forensik Makanan Bersama Dinas Kesehatan

Guna mengungkap akar pemicu kontaminasi pada menu MBG, tim investigasi internal BGN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo terus melakukan penelusuran higienitas dan sanitasi rantai pasok SPPG Kalitengah.

Uji sampel laboratorium difokuskan untuk mendeteksi potensi cemaran bakteri, pembusukan bahan mentah, maupun residu kimia berbahaya pada menu yang disajikan sebelum hasil forensik pangan dirilis resmi ke hadapan publik.

Tabel Pemetaan Fakta Penindakan BGN & Data Korban Keracunan MBG Sidoarjo

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian sanksi operasional, nasib kepemimpinan unit dapur gizi, serta pembaruan data medis korban secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Keputusan
Lembaga Penindak Badan Gizi Nasional (BGN)
Unit Sasaran Sanksi SPPG Sidoarjo Tanggulangin Kalitengah, Jawa Timur
Bentuk Sanksi Operasional Suspend Berat (Skorsing) Operasional selama 30 Hari
Nasib Kepala SPPG Diusulkan resmi untuk dicopot dan digantikan
Lokasi Insiden Keracunan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo
Total Korban Terdampak 512 Santri / Siswa (Data Terkini BGN)
Status Pasien Rawat Inap Sekitar 80 Santri Masih Dirawat Intensif
Status Pasien Sembuh 312 Santri Telah Pulang / Dinyatakan Sembuh
Status Pasien Observasi 120 Santri Masih Diobservasi Medis
Langkah Investigasi Pengujian laboratorium terpadu bersama Dinas Kesehatan
Narasumber Kunci Ketut Sumedana (Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN)

Tindakan tegas BGN yang membekukan operasional SPPG Kalitengah dan mengusulkan pergantian kepemimpinannya menjadi sinyal nyata bahwa pengawasan standar keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis tidak menoleransi kelalaian yang mengancam kesehatan anak didik.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Manbaul Hikam Kepala SPPG Kalitengah santri keracunan