Buron! Polda Metro Jaya Sebar 2 Sketsa Wajah Terduga Pelaku Penganiayaan Bambang Setiawan di Pejompongan

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:12 WIB
Polda Metro Jaya menunjukkan potret sketsa wajah terduga pelaku penganiayaan Bambang Setiawan, warga Pejompongan yang tewas dalam kerusuhan pada 27-28 Agustus 2026. (Polda Metro Jaya)
Polda Metro Jaya menunjukkan potret sketsa wajah terduga pelaku penganiayaan Bambang Setiawan, warga Pejompongan yang tewas dalam kerusuhan pada 27-28 Agustus 2026. (Polda Metro Jaya)

 

SOLOBALAPAN.COM — Polda Metro Jaya bergerak cepat memburu terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan Bambang Setiawan (59) saat kerusuhan pecah di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 27–28 Agustus 2026.

Dalam konferensi pers resmi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menunjukkan dua sketsa wajah pria yang diduga kuat menjadi dalang pengeroyokan hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

Iman membeberkan bahwa penyusunan sketsa wajah tersebut merupakan hasil pencocokan dari pemeriksaan 14 saksi kunci, bukti rekaman Closed Circuit Television (CCTV), serta analisis mendalam terhadap rekaman video yang beredar viral di media sosial.

”Penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisis digital. Dari proses tersebut didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” tegas Kombes Iman, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Kerusuhan Pejompongan Mencekam! Polisi Amankan 315 Orang, 45 Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Ciri-Ciri Dua Terduga Pelaku

Berdasarkan gambaran resmi kepolisian, berikut rincian ciri-ciri fisik kedua terduga pelaku:

Sketsa pertama menggambarkan pria berusia sekitar 30 hingga 40 tahun, memiliki bentuk wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan berkulit cokelat.

Kemudian sketsa kedua menggambarkan pria diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun, memiliki bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta memelihara kumis dan janggut.

”Penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” imbuh Iman.

Disorot Komnas HAM hingga Amnesty International

Tewasnya Bambang Setiawan pasca-aksi demonstrasi di DPR RI tersebut menuai sorotan tajam dari berbagai lembaga negara seperti Komnas HAM dan Kompolnas yang mendesak pengusutan transparan.

Kritik keras juga datang dari Amnesty International Indonesia. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengecam aksi kekerasan massa yang memakan korban jiwa tersebut, termasuk kasus penyiksaan yang menimpa seorang siswa Madrasah Aliyah bernama Faturrohman.

Usman menyayangkan lambatnya pengungkapan kasus tersebut padahal dokumentasi video pengeroyokan sudah beredar luas di media sosial.

”Mereka (polisi) masih belum mampu mengungkap pelaku penyiksaan fatal yang berujung kematian Bambang dan juga penyiksaan atas Faturrohman,” tutur Usman Hamid.

Ia menegaskan agar aparat kepolisian bertindak profesional dan tidak membiarkan tindak kekerasan kelompok massa atau ormas merusak tatanan hukum di Indonesia. (dam)

Editor : Damianus Bram
Pejompongan bambang setiawan polda metro jaya kerusuhan penganiayaan