"Turun Tajam 88 Persen! Sumatera Selatan Sukses Tekan Angka Karhutla Lewat Pencegahan Dini"

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:24 WIB
Penanganan karhutla Sumsel buahkan hasil, area terbakar pangkas hingga 88 persen. BNPB fokuskan pendinginan lahan gambut di OKI & Muba sembari imbau warga Palembang gunakan masker. (Foto : ANTARANEWS)
Penanganan karhutla Sumsel buahkan hasil, area terbakar pangkas hingga 88 persen. BNPB fokuskan pendinginan lahan gambut di OKI & Muba sembari imbau warga Palembang gunakan masker. (Foto : ANTARANEWS)

SOLOBALAPANCOM Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan yang ditandai dengan penurunan luas area terbakar hingga 88 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. 

Keberhasilan menekan angka karhutla di Sumatera Selatan menjadi bukti nyata efektivitas transformasi manajemen bencana berbasis pencegahan dini. Wilayah Sumsel yang didominasi hamparan gambut tebal sebelumnya menjadi salah satu pemicu utama kabut asap tahunan.

Baca Juga: Mahfud MD Heran Karhutla Dipadamkan Pakai Tepung Singkong, Soroti Luas Kebakaran 202 Ribu Hektare

Melalui sinergi lintas sektor yang memperkuat sistem peringatan serta mempercepat waktu tanggap darurat di lapangan, laju penyebaran api dapat dihentikan sebelum meluas ke kawasan pemukiman maupun hutan lindung.

Penurunan luas karhutla tercatat sangat signifikan. Dari area terbakar seluas 264.165 hektare pada 2023, angka tersebut menyusut tajam menjadi 30.844 hektare pada 2024, hingga tersisa 11.879 hektare pada 2025. Memasuki puncak kemarau 2026, luasan lahan terbakar berhasil ditekan hingga tersisa 67 hektare saja.

Guna menuntaskan sisa titik api di kawasan gambut OKI dan Musi Banyuasin, sebanyak 11.567 personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Operasi darat ini didukung penuh oleh sembilan armada udara yang difokuskan untuk patroli berkala, penyiraman air dari udara (water bombing), hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.

Baca Juga: Gebrakan Tak Terduga Prabowo: "Ubi Bombing" Jadi Senjata Rahasia Baru Basmi Karhutla!

Meskipun area kebakaran telah menyusut drastis, BNPB mengingatkan adanya dampak penumpukan asap lokal yang sempat memicu penurunan kualitas udara. Berdasarkan data pemantauan di Kota Palembang pada akhir Agustus 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat menembus angka 247, yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat bagi masyarakat.

Menanggapi kondisi udara tersebut, BNPB mengimbau warga Palembang dan sekitarnya untuk mengenakan masker medis saat beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah daerah bersama Satgas Karhutla dipastikan terus bersiap siaga di lapangan guna mengawal proses pendinginan lahan gambut hingga musim kemarau berakhir. (angelyna fransiska meia)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
karhutla angelyna fransiska meia sumatera selatan bnpb palembang