SOLOBALAPAN, PALANGKA RAYA — Sosok Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mendadak menjadi pusat perhatian dan menuai sorotan tajam di berbagai platform media sosial pada Selasa (1/9/2026).
Hal tersebut dipicu oleh viralnya rekaman rapat virtual (Zoom meeting) yang memperlihatkan dirinya diduga enggan meliburkan aktivitas sekolah di tengah ancaman pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam cuplikan yang beredar, Reza berdalih kebijakan meliburkan siswa dikhawatirkan memicu anak-anak nongkrong di kafe hingga membuat onar, sekaligus berdampak buruk terhadap terhentinya operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah. Sikap ini sontak memicu gelombang kritik pedas dari warganet hingga tokoh publik nasional.
Dalih Kenakalan Remaja, Dampak Dapur MBG, dan Gelombang Kritik Publik
Video pernyataan kontroversial tersebut mencuat ke ruang publik setelah diunggah oleh akun Instagram @voxarea pada Senin (31/8/2026).
Dalam forum koordinasi daring tersebut, Reza menyampaikan kekhawatirannya jika sekolah diliburkan, para pelajar justru tidak berdiam diri di rumah melainkan berkumpul di ruang publik serta memicu masalah ketertiban.
Selain faktor perilaku siswa, Reza secara gamblang menyinggung keberlangsungan roda ekonomi sekolah dan keberlanjutan program MBG yang dinilai akan lumpuh apabila proses belajar-mengajar tatap muka dihentikan sementara.
Pernyataan Kadisdik Kalteng (Muhammad Reza Prabowo): "Belum lagi dampak ketika anak-anak dipulangkan, mereka harusnya di rumah, mereka ke kafe-kafe, buat keributan, buat masalah, nanti kita pusing. Karena ketika sekolah diliburkan berpengaruh juga, berdampak pada MBG. Kita mengerti bapak ibu ya. Saya berharap bapak ibu punya kebijaksanaan juga. Dapur MBG mati bu. Kantin-kantin mati bu."
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari publik yang menilai kebijakan tersebut minim empati terhadap risiko kesehatan pernapasan siswa akibat paparan polusi asap karhutla.
Tokoh pegiat sosial Ni Luh Djelantik hingga warganet melontarkan kritik pedas dan menyayangkan prioritas dinas yang dianggap lebih mengedepankan operasional dapur dibandingkan keselamatan fisik anak didik.
Profil, Rekam Jejak Birokrasi, dan Terobosan Digitalisasi Pendidikan
Terlepas dari polemik yang viral, Muhammad Reza Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah definitif pada 26 Mei 2026, setelah sebelumnya dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Secara akademis, Reza merupakan lulusan jenjang Magister (S2) bidang Keberlanjutan / Manajemen Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mengawali kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia memiliki rekam jejak pengabdian di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Tengah dan sempat menjadi bagian dari tim Protokol Gubernur Kalteng. Berkat kinerja birokrasinya, ia pernah diganjar penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Selama memimpin Disdik Kalteng, Reza mencatatkan sejumlah gebrakan, salah satunya menginisiasi gerakan MPLS Digital Serentak yang melibatkan lebih dari 30.000 siswa di seluruh penjuru Kalteng hingga memecahkan rekor pertama di Indonesia.
Selain itu, ia gencar mendorong modernisasi fasilitas belajar melalui pengadaan papan tulis interaktif (interactive whiteboard) demi memangkas disparitas kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok pedalaman.
Tabel Pemetaan Fakta Kontroversi & Profil Kadisdik Kalteng
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kronologi polemik, poin dalih kebijakan, reaksi publik, serta latar belakang figur secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Kejadian |
| Pejabat Terkait | Muhammad Reza Prabowo, S.STP., M.P.A. |
| Jabatan Resmi | Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah |
| Waktu Pelantikan Definitif | 26 Mei 2026 (Sebelumnya Menjabat Plt) |
| Materi Video Viral | Cuplikan Zoom meeting diduga tolak liburkan sekolah saat kabut asap karhutla |
| Alasan Penolakan Libur | Khawatir siswa keluyuran ke kafe/bikin onar & dampak dapur MBG/kantin terhenti |
| Sorotan & Kritik Publik | Dikritik nihil empati terhadap bahaya kesehatan ISPA anak oleh tokoh publik & netizen |
| Latar Belakang Akademis | Magister Keberlanjutan / Manajemen Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) |
| Riwayat Karier ASN | BKD Prov. Kalteng, Protokol Gubernur Kalteng, Penerima KPLB dari BKN |
| Inovasi Program Kerja | MPLS Digital Serentak (30.000+ Siswa) & Digitalisasi Papan Tulis Interaktif (Interactive Whiteboard) |
Polemik ini membuka ruang diskusi publik yang lebih luas mengenai pentingnya perumusan mitigasi bencana yang adaptif di sektor pendidikan, di mana keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan fungsi layanan operasional sekolah.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo