SOLOBALAPAN, JAKARTA — Organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya secara tegas membantah tudingan keterlibatan anggotanya dalam insiden kericuhan serta dugaan aksi penyerangan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Tol Slipi, Jakarta Barat, pascademonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Minggu (30/8/2026).
Bantahan resmi tersebut dirilis menyusul viralnya rekaman video di media sosial yang memperlihatkan puluhan orang berikat kepala putih turun dari lima armada truk di tengah jalan tol dengan membawa balok kayu panjang.
Di tengah bantahan kelembagaan tersebut, Polda Metro Jaya terus melakukan pendalaman menyeluruh atas beredarnya kesaksian para driver ojol yang menjadi korban pemukulan, sekaligus mengusut tuntas peristiwa kerusuhan yang merenggut satu korban jiwa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Bantahan Kuasa Hukum GRIB Jaya dan Instruksi Hercules Jaga Ketertiban
Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, menegaskan bahwa secara institusi dan kelembagaan, organisasi tidak pernah menggerakkan massa ataupun terlibat dalam kerusuhan di kawasan Slipi.
Baca Juga: Demo DPR Berujung Kisruh! Massa AMPB Sudah Bubar, Pos Polisi di Pejompongan Dibakar Massa Susupan
Menurut Colling, Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, tidak pernah mengeluarkan komando aksi bagi anggotanya untuk turun ke jalan pada unjuk rasa Kamis (27/8/2026) lalu.
Sebaliknya, pimpinan tertinggi ormas tersebut justru menginstruksikan seluruh kader untuk menahan diri, tidak mendatangi titik demonstrasi, serta turut membantu aparat penegak hukum dalam memelihara kondusifitas ibu kota.
Pernyataan Kuasa Hukum GRIB Jaya (Wilson Colling): "Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu.
Ketua Umum Rosario de Marshall tidak pernah memberi perintah untuk ikut demo, justru meminta anggota menjaga situasi tetap aman. Karena Jakarta adalah milik kita semua. Oleh karena itu kita jaga ketertiban jangan sampai ada masalah."
Kesaksian Driver Ojol dan Penyelidikan Satu Korban Jiwa oleh Polisi
Kendati pihak ormas telah melayangkan bantahan, beredar video kesaksian dari sejumlah pengemudi ojol yang mengaku diserang secara tiba-tiba di sekitar lampu merah Slipi.
Para korban mengeklaim sekelompok massa yang turun dari truk di jalan tol meneriakkan yel-yel ormas tertentu serta mengenakan atribut pakaian bertuliskan nama organisasi saat melancarkan aksi kekerasan menggunakan benda tumpul.
Di sisi lain, eskalasi kericuhan pascademonstrasi dilaporkan turut menelan korban jiwa di kawasan Pejompongan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi adanya satu orang warga yang meninggal dunia setelah sempat dievakuasi petugas medis Biddokkes ke RS Mintohardjo dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan resmi untuk menolak prosedur autopsi jenazah.
Keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes Budi Hermanto): "Terkait adanya satu warga, kami menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam terhadap satu warga kita yang berpulang.
Pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia. Jika terkait dugaan keterlibatan ormas, kami masih melakukan pendalaman karena fakta hukum di lapangan harus terverifikasi secara akurat."
Tabel Pemetaan Fakta Polemik Kericuhan Slipi & Dugaan Keterlibatan Ormas
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kronologi insiden, sanggahan resmi pihak ormas, kesaksian korban, serta proses penyelidikan aparat secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
Aparat kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pengemudi transportasi daring untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri serta mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib guna mengungkap dalang kerusuhan secara transparan dan objektif.
(did)