Fakta Baru Kerusuhan Pejompongan! Wali Kota Jakpus Ungkap Massa Ternyata Bukan Warga Jakarta

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:49 WIB
Dua motor dibakar massa di Pejompongan, diambil dari Parkiran Pos Polisi (Royyan/JawaPos.com)
Dua motor dibakar massa di Pejompongan, diambil dari Parkiran Pos Polisi (Royyan/JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM — Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus), Arifin, membongkar fakta mengejutkan di balik aksi kerusuhan yang membara di Kawasan Pejompongan, Tanah Abang, sejak Kamis malam (27/8/2026) hingga Jumat pagi (28/8/2026). 

Ia memastikan bahwa kelompok massa yang memicu bentrokan tersebut bukanlah warga asli Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Arifin secara langsung saat turun meninjau lokasi bekas kerusuhan di Pejompongan.

Di lokasi, ia sempat berdialog langsung dengan beberapa kelompok massa yang mengaku kehilangan rekan-rekannya.

”Bukan warga setempat, bukan warga sini, bukan. Warga dari luar,” tegas Arifin kepada awak media di lokasi.

Meski belum memerinci seluruh identitas pelaku, Arifin menyebutkan beberapa perusuh yang ia ajak bicara mengaku datang dari daerah penyangga, salah satunya Bogor, Jawa Barat.

Kepada Arifin, massa sempat mendesak agar Pemkot membantu mencari keberadaan teman-teman mereka yang disinyalir telah diamankan oleh aparat kepolisian.

”Teman-teman mereka yang menurut mereka, itu diamankan oleh aparat keamanan gitu kan, kepolisian. Saya tanyakan, siapa nama-namanya supaya bisa dikoordinasikan dengan jajaran polda. Hanya satu yang bisa menyebutkan namanya,” beber Arifin.

Atas temuan tersebut, Arifin langsung berkordinasi dengan pihak Polres Metro Jakpus untuk diteruskan ke Polda Metro Jaya. Namun, ia mengimbau massa untuk tidak menggiring asumsi liar tanpa bukti.

”Karena nggak bisa menyebutkan (nama) maka, yang saya minta supaya asumsinya jangan sampai seolah-olah diamankan, belum tentu kan. Mungkin ada yang pulang, atau posisinya sekarang lagi tidur, istirahat, kita nggak tahu. Itu yang saya sampaikan kepada mereka,” terangnya.

Baca Juga: Demo DPR Berujung Kisruh! Massa AMPB Sudah Bubar, Pos Polisi di Pejompongan Dibakar Massa Susupan

Kronologi dan Kondisi Terkini Kawasan Pejompongan

Kawasan Pejompongan menjadi titik episentrum bentrokan setelah aparat menembakkan water cannon untuk membubarkan kerumunan massa di depan Gedung DPR RI pada Kamis malam.

Gesekan brutal dilaporkan terus bertahan hingga Jumat dini hari dan sempat kembali pecah pada Jumat pagi.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, aparat gabungan yang terdiri atas personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU, Polisi Militer (POM), hingga jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) disiagakan di titik-titik krusial.

Pasukan berjaga di area Menara BNI, kolong flyover Slipi, serta sepanjang Jalan Tentara Pelajar yang mengarah ke Senayan maupun Tanah Abang.

Aparat bersama petugas kebersihan Pemprov DKI dan pengelola gedung bahu-membahu membersihkan puing sisa kerusuhan dan menghapus coretan cat semprot (pilox) di fasilitas umum.

”Tolong parkirnya pindah, jangan di sini (pedestrian jalan). Kami baru bersihkan areanya,” ujar salah seorang petugas di lokasi.

Hingga Jumat pukul 09.20 WIB, situasi di kawasan Pejompongan dipastikan sudah terkendali sepenuhnya. Arus lalu lintas di sekitar Slipi-Senayan kembali ramai lancar, dan kelompok massa perusuh sudah bersih dari lokasi. (dam)

Editor : Damianus Bram
ampb Pejompongan demo kerusuhan dpr