Demo DPR Berujung Kisruh! Massa AMPB Sudah Bubar, Pos Polisi di Pejompongan Dibakar Massa Susupan

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Dua motor dibakar massa di Pejompongan, diambil dari Parkiran Pos Polisi (Royyan/JawaPos.com)
Dua motor dibakar massa di Pejompongan, diambil dari Parkiran Pos Polisi (Royyan/JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM — Aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, yang semula berjalan tertib dan damai, berujung ricuh pada Kamis malam (27/8).

Eskalasi bentrokan memuncak hingga terjadi aksi pembakaran fasilitas umum dan kendaraan di kawasan Pejompongan.

Padahal, kelompok massa utama dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dipimpin Mas Botok telah membubarkan diri secara tertib sejak siang hari usai diterima pimpinan DPR RI.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan dewan menyepakati garansi pengesahan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember mendatang.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Setelah perwakilan AMPB diterima oleh pimpinan DPR RI, massa secara bertahap meninggalkan lokasi dengan baik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Baca Juga: Hasil Audiensi Aksi AMPB di Senayan: Sufmi Dasco Garansi RUU Perampasan Aset Diketok 15 Desember

Massa Susupan Menyusup Hingga Blokir Jalan Tol

Situasi mulai memanas menjelang sore hingga malam hari saat gelombang massa baru yang tidak dikenal terus berdatangan.

Kelompok ini berusaha merangsek masuk ke Komplek DPR dan nekat menerobos ke dalam Ruas Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang-Pluit).

Akibat ulah massa tersebut, PT Jasa Marga bersama pihak kepolisian terpaksa menutup sejumlah gerbang tol dan memberlakukan rekayasa lalu lintas demi keamanan pengguna jalan.

"Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) sebagai pengelola Ruas Tol Cawang-Tomang-Pluit bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga keamanan dan kelancaran pengguna jalan," jelas Senior General Manager JMT Widiyatmiko Nursejati, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (28/8/2026).

Polisi Tembakkan Water Cannon, Kerusuhan Pecah di Pejompongan

Untuk mengendalikan situasi, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terukur dengan menembakkan water cannon sekitar pukul 19.00 WIB untuk membubarkan kerumunan.

Namun, massa justru terpecah dan menyebar ke beberapa titik, dengan konsentrasi massa terbesar bergeser ke kawasan Slipi dan Pejompongan. Di lokasi ini, aksi anarkis tak terhindarkan.

Massa merusak dan membakar satu unit Pos Polisi di Pejompongan, membumihanguskan dua unit sepeda motor, serta merusak jaringan CCTV fasilitas umum. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi telah menginventarisasi kerusakan tersebut.

Polda Metro Jaya menyayangkan aksi perusakan fasilitas publik tersebut.

"Tindakan perusakan tentunya dapat merusak ketertiban dan keteraturan sosial. Hal ini sangat merugikan karena ketika fasilitas umum dirusak, pada akhirnya dapat menyebabkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat umum," tegas Kombes Budi Hermanto.

Polda Tegaskan Pelaku Perusakan Bukan Peserta Demo Utama

Pihak kepolisian memastikan bahwa kelompok massa anarkis yang bertahan hingga dini hari dan melakukan aksi pembakaran di Pejompongan bukanlah peserta demo AMPB yang beraksi siang hari.

"Betul, massa yang dibubarkan (malam hari) bukan merupakan massa aksi (siang tadi)," tegas Budi.

Aparat kepolisian terus memukul mundur sisa-sisa kelompok perusuh hingga situasi di sekitar Senayan, Slipi, dan Pejompongan dapat terkendali sepenuhnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
ampb kerusuhan dpr senayan kisruh