SOLOBALAPAN.COM-Kawasan Gunung Ungaran yang selama ini dikenal dengan pemandangan pegunungan dan Candi Gedong Songo ternyata menyimpan potensi energi panas bumi. Potensi tersebut kini masuk dalam rencana eksplorasi untuk melihat kemungkinan dikembangkan menjadi sumber listrik.
Wilayah yang disiapkan berada dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran. Cakupannya mencapai sekitar 29.800 hektare yang tersebar di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal.
Baca Juga: Dorong Target Ekonomi 8 Persen, Pemerintah Pacu Ekosistem AI dan Semikonduktor Nasional
Potensi energi panas bumi di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 55 megawatt (MW). Namun, angka itu masih berupa potensi awal yang harus dibuktikan melalui kegiatan eksplorasi.
PT PLN (Persero) mendapat penugasan untuk mengusahakan panas bumi di wilayah tersebut. Penugasan itu ditetapkan melalui Keputusan Menteri Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 pada Maret 2026.
Pada 11 Juni 2026, PLN memperoleh Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS). Meski demikian, pengeboran belum dapat langsung dilakukan karena masih diperlukan sejumlah persetujuan, termasuk pemanfaatan ruang, izin lingkungan, serta Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) jika lokasi kegiatan berada di kawasan hutan. Persiapan pembebasan lahan juga masih menjadi bagian dari proses tersebut.
Jika seluruh persyaratan terpenuhi, pengeboran eksplorasi direncanakan berlangsung pada akhir 2028 atau awal 2029. Kedalamannya diperkirakan mencapai 1.900 hingga 2.200 meter untuk mengetahui kondisi sumber panas bumi di bawah permukaan.
Baca Juga: Tim Curry, Pemeran Ikonik Pennywise Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Hasil pengeboran nantinya menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan proyek. Jika potensi yang ditemukan mencukupi, pengembangan dapat dilanjutkan ke pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Sebaliknya, apabila hasil eksplorasi tidak memenuhi kebutuhan, proyek dapat dihentikan.
Dalam rencana awal, PLTP Gunung Ungaran ditargetkan mulai menghasilkan listrik pada 2031 dengan kapasitas sekitar 55 MW. Listrik tersebut direncanakan disalurkan ke jaringan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).
Rencana ini turut menjadi perhatian karena WKP Gunung Ungaran berada di sekitar kawasan yang dekat dengan Candi Gedong Songo. Namun, hal tersebut belum berarti titik pengeboran akan berada di kawasan candi.
Baca Juga: Sule Tampil Beda Saat Pemotretan, Gaya Hip-Hop hingga Cornrows Bikin Netizen Salfok Ada Poryek Apa?
WKP Gunung Ungaran memiliki cakupan wilayah yang luas sehingga lokasi pengeboran masih harus ditentukan melalui pemetaan potensi panas bumi. Penentuan titik juga menunggu terpenuhinya seluruh tahapan perizinan.
Aspek lingkungan menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan. Dalam proses perizinan lingkungan, masyarakat dan pihak terkait nantinya dapat memberikan masukan terhadap rencana kegiatan.
Untuk saat ini, proyek panas bumi Gunung Ungaran masih berada pada tahap persiapan. Pengeboran belum dilakukan dan titik kegiatan juga belum ditetapkan.(Hanifatuz Zahra)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber